Jakarta Ditinggalkan Penghuni

Oktober 29, 2007

Larang Pawai Takbiran di Jakarta

Jakarta, Kompas – Dalam seminggu terakhir, Warga DKI Jakarta dan sekitarnya yang keluar kota melalui stasiun, terminal, dan bandara mencapai 1.115.150 orang. Jumlah ini masih ditambah dengan warga yang keluar Jakarta dengan menggunakan 327.412 sepeda motor dan 124.705 mobil pribadi. Baca entri selengkapnya »

STOP JUDI LINGKUNGAN PENYEWAAN PULAU !

Oktober 29, 2007

Oleh: Yonathan Rahardjo

Pemerintah Orde Pasca Reformasi di bawah pimpinan Gus Dur masih saja menabur kontroversi di semua bidang. Tak ketinggalan bidang kelautan yang kini diperhatikan secara khusus dalam wadah Kementerian Eksplorasi Laut dan Perikanan. Baca entri selengkapnya »

Mudik, Ya Senang, Ya Sedih…

Oktober 29, 2007

Mudik, Ya Senang, Ya Sedih…

Antony Lee dan Hedriyo Widi

Sejak pagi buta, halaman depan Kantor Pusat Astra Honda Motor, Sunter, Jakarta Utara, Selasa (9/10), dipadati pengendara sepeda motor Honda dari beragam jenis. Hari itu para pemudik yang menggunakan 1.504 sepeda motor mudik bareng ke Semarang, Jawa Tengah, dengan pengawalan aparat kepolisian. Baca entri selengkapnya »

Ancaman Masih Nyata? Presiden Tinjau Diorama Sebelum Upacara Kesaktian Pancasila

Oktober 29, 2007

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi inspektur upacara pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya, Jakarta Timur, Senin (1/10). Sebelum upacara dimulai pukul 08.00, Presiden secara pribadi meninjau diorama yang menggambarkan upaya pengkhianatan terhadap Pancasila. Baca entri selengkapnya »

Peningkatan Produksi Butuh Waktu

Oktober 29, 2007

Kegagalan Indonesia menggenjot produksi minyak mentah beberapa tahun terakhir dituding sebagai salah satu penyebab Indonesia babak belur menghadapi lonjakan harga minyak mentah di pasar dunia akhir-akhir ini. Baca entri selengkapnya »

Pelajaran dari Minyak

Oktober 29, 2007

Oleh Sri Hartati Samhadi

Meski hanya bertahan beberapa saat, lonjakan harga minyak mentah hingga di atas 90 dollar Amerika Serikat per barrel pekan lalu tak urung membuat dunia kebat-kebit. Spekulasi resesi ekonomi di AS, dengan imbas global seperti terjadi pada kejadian-kejadian oil shock sebelumnya, segera meruak. Di dalam negeri, ingatan akan trauma krisis ekonomi mini yang dipicu oleh kenaikan tajam harga BBM menyusul pencabutan subsidi pada Februari dan Oktober 2005 juga sempat muncul. Kekhawatiran berlebihan? Baca entri selengkapnya »

Skenario Minyak 100 Dollar AS Per Barrel

Oktober 29, 2007

Lonjakan harga minyak hingga menyentuh level 90 dollar AS per barrel di New York Merchantile Exchange (NYME) pada 19 Oktober lalu mengisyaratkan skenario Peak Oil semakin menjadi kenyataan. Baca entri selengkapnya »

Pengungsi Mulai Terjangkit ISPA

Oktober 27, 2007

Kediri, Kompas – Pengungsi Gunung Kelud mulai terjangkit diare dan infeksi saluran pernapasan atas. Kamis malam lalu beberapa orang bahkan keracunan makanan sehingga harus dirawat di rumah sakit. Baca entri selengkapnya »

Sekitar G30S, Suharto, PKI dan TNI-AD

Oktober 21, 2007

Mengatakan tertipu Suharto, tidak berarti Suharto anggota Illegal PKI yang lebih sulit lagi untuk dibuktikan, bahkan sudah tidak mungkin. Cukup sebagai jenderal yang dipercaya oleh Perwira-muda penggerak G30S untuk bersama-sama, atau bahkan yang diandalkan sebagai sandaran untuk menghadapi jenderal-jenderal kanan yang dikatakan tergabung dalam Dewan-Jenderal juga sudah bisa, kan. Artinya, Jenderal Suharto berdiri diatas 2 perahu, semula berada dipihak pendukung G30S, bahkan ikut sebagai penggerak yang mendatangkan pasukan siap tempur ke Jakarta dan ternyata pasukan itulah yang dijadikan kekuatan G30S, tapi kemudian menikam dan membasmi G30S. Dan dilanjutkan dengan pembasmian PKI dan menggulingkan Presiden Soeharno. Itulah kenyataan yang kita lihat bersama. Baca entri selengkapnya »

PRESIDEN SUKARNO, G30S, PKI

Oktober 20, 2007

Oleh: Harsutejo

“Teori” Presiden Sukarno Sebagai Dalang G30S

Bung Karno (BK) yang sejak remaja berjuang untuk kemerdekaan rakyat Indonesia, pada puncak kekuasaannya sebagai Presiden Republik Indonesia,tiba-tiba dituduh dan diperlakukan sebagai orang yang hendak melakukan perebutan kekuasaan alias kudeta, bahkan sebagai pemberontak. Betapa absurdnya! Prof Dr Brigjen Nugroho Notosusanto menulis, “Pada 1 Oktober 1965 beberapa kelompok pemberontak berkumpul di Pangkalan Udara Halim. Kelompok Cenko menempati gedung Penas, Presiden beserta pengikut-pengikutnya menempati rumah Komodor Udara Susanto, dan kelompok ketiga (yang lebih kecil jumlahnya), yang terdiri dari Ketua PKI Aidit beserta pembantunya, menempati rumah Sersan Dua Udara Suwardi” Baca entri selengkapnya »