Jakarta Ditinggalkan Penghuni

Larang Pawai Takbiran di Jakarta

Jakarta, Kompas – Dalam seminggu terakhir, Warga DKI Jakarta dan sekitarnya yang keluar kota melalui stasiun, terminal, dan bandara mencapai 1.115.150 orang. Jumlah ini masih ditambah dengan warga yang keluar Jakarta dengan menggunakan 327.412 sepeda motor dan 124.705 mobil pribadi.

Keberangkatan pemudik yang dilakukan pada saat yang hampir bersamaan, kemarin, menjadi salah satu penyebab kemacetan cukup panjang.

Setelah sehari sebelumnya keboboloan karena antisipasi kemacetan yang dilakukan tidak mampu mencegah kemacetan panjang di tol Cikampek hingga mulut jalur Pantura, pihak kepolisian berjanji kerja keras untuk memperlancar jalur mudik.

Kepala Polda Jawa Barat Irjen Sunarko DA di Pos Polwil Purwakarta, Cikopo, Kamis (11/10), mengungkapkan hal itu dihadapan Kepala Polri Jenderal (Pol) Sutanto, Menkopolhukkam Widodo AS, Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal, dan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto.

Skenario untuk mengatasi kemacetan di tol Cikampek dan Pantura di antaranya melakukan pengalihan arus, dan buka tutup sejumlah jalur.

Kendaraan dari Bekasi sampai Karawang Timur akan dialihkan ke jalan raya Cikampek. Jika lolos, antisipasi berikutnya adalah dilewatkan melalui gerbang tol Sadang. Sedangkan kendaraan yang keluar melalui gerbang tol Cikampek, akan tetap di lewatkan melalui pertigaan Mutiara yang berjarak sekitar 1 kilometer dari gerbang tol.

Selain itu, Sunarko juga memaparkan masih adanya beberapa potensi kemacetan lalu lintas. Potensi itu antara lain pasar tumpah dan daerah rawan longsor. Area pasar tumpah antara lain berada di Indramayu, Cirebon, Bandung, Sumedang, Majalengka, dan Kuningan. Sedangkan area rawan longsor antara lain di Cisarua menuju Puncak.

Sejak kemarin malam, sudah diberlakukan sistem bukan tutup antara gerbang tol Sadang dengan gerbang tol Cikopo. Jika kendaraan mulai menumpuk di gerbang tol Cikopo, maka kendaraan akan dialihkan ke gerbang tol Sadang. Begitu pun sebaliknya.

Kendaraan yang keluar dari pintu tol Cikopo, di pertigaan Mutiara diarahkan Pasar Cikampek. Saat yang sama, kendaraan yang berasal dari Pantura diarahkan ke Jomin, sehingga kedua arus dari Jakarta ini tidak saling bertemu.

Hingga menjelang tengah malam, pantauan Kompas memperlihatkan arus kendaraan dari Jakarta menuju Pantura relatif lancar. Meskipun, ada antrian kendaraan di depan pintu tol. Satu jam sebelumnya, dari pintu tol Bekasi Timur hingga Jomin sejauh sekitar 56 kilometer, ditempuh dalam waktu hampir tiga jam.

Wakil Kepala Polres Indramayu Komisaris Andhi Triastanto mengatakan, membludaknya jumlah sepeda motor diantisipasi dengan pengalihan arus.

Pengendara sepeda motor dari arah Jakarta dialihkan ke arah Indramayu kota di pertigaan Celeng, Lohbener. Setelah lewat Indramayu kota, pengendara roda dua dapat melalui rute Krangkeng-Karang Ampel-Cirebon. Sedangkan kendaraan roda empat dan kendaraan besar yang menuju Cirebon tetap diarahkan melalui Jatibarang.

Kemacetan arus yang menuju Jawa Tengah melalui Nagrek, Jawa Barat, mulai mencair sekitar pukul 20.00. Arus mulai lancar setelah polisi lalu lintas menertibkan pengendara sepeda motor yang main serobot.

Kemacetan di tempat itu dilaporkan terjadi sejak tengah hari hingga membentuk antrean kendaraan hingga sepanjang 5 kilometer. Setuasi ini tentu saja menyebalkan ribuan pemudik assal Jakarta dan sekitarnya yang hendak menuju Jawa Tengah.

“Saya di Nagreg sekitar dua jam. Kendaraan tak bergerak sama sekali,” tutur Letkol CBA TNI AD Heru Juli Cahyono yang meninggalkan Jakarta pukul 09.00. Dari perhitungan waktu ini, maka untuk jarak Jakarta-Nagreg yang biasanya ditempuh empat-lima jam, kini harus menghabiskan waktu dua kali lipat. Ia menghimbau agar pengendara sepeda motor lebih tertib serta mematuhi rambu-rambu.

“Kalau sudah seperti ini, yang rugi kita semua,” keluh Heru Juli. Ia menambahkan di Nagreg juga ada penyempitan jalur jalan dari tiga menjadi dua menjelang perlintasan kereta api setempat.

Kepala Polda Jawa Tengah Irjen Sumantyawan ketika memantau Pos Losari di Kabupaten Cirebon Jawa Barat mengungkapkan kendaraan yang melewati perbatasan Jawa Barat-Jawa Tengah mencapai 600 kendaraan roda dua per menit, sedangkan roda empat mencapai 30-60 kendaraan per menit.

Kepadatan sudah mulai terlihat dari Kecamatan Mundu di Kota Cirebon hingga kecamatan Losari, perbatasan Jawa Barat-Jawa Tengah.

Bahkan, tol Palimanan-Kanci di Cirebon, sebelumnya sempat tersendat, sehingga pemudik dialirkan melalui Kota Cirebon.

Titik macet lainnya sempat terjadi mulai dari jembatan Losari menuju Brebes sepanjang 1 km.

Larang Pawai Takbiran

Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jendral Adang Firman melarang masyarakat mengadakan pawai kendaraan takbir di Jalan Raya. Tujuannya, meminimalisir angka kecelakaan dan memberikan kenyamanan serta keamanan umat Islam setelah melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan. Tidak jarang, mereka yang berpawai takbir ugal-ugalan bahkan onar.

“Kan lebih baik takbiran di masjid atau mushalla dari pada berbuat yang tidak bermanfaat di jalan,” ujarnya.

Tanpa menyebutkan data, ia mengingatkan, pawai takbir cenderung menyebabkan angka kecelakaan lalu lintas bertambah.

“Demi keselamatan, kenyamanan dan kebahagiaan bersama, kami mengimbau masyarakat mentaati semua peraturan ini,” tuturnya.

Pada bagian lain Kepala Polda mengatakan, di malam takbir, Polda Metro akan membuka pos penyekatan di 69 lampu rambu persimpangan di Jakarta, Tangerang, Bekasi dan Depok. (WIN/POM/LAS/MKN/NIT/THT/LAS/HEN/HLN/REN/ART/A03/A06) Kompas

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: