Pengungkapan Kasus Munir Ditawarkan Saat Pemilu

Pengungkapan kasus pembunuhan aktivis hak asasi manusia atau HAM Munir kemungkinan besar akan ditawarkan kepada partai politik atau calon presiden dan wakil presiden yang akan mengikuti Pemilihan Umum tahun 2009. Sebab, sikap atas kasus itu akan menjadi salah satu ukuran kredibilitas masing-masing calon atau partai, terutama dalam bidang penegakan HAM.

“Kami akan menawarkan pengungkapan kasus pembunuhan Munir kepada mereka yang akan maju di Pemilu 2009. Kami akan mencatat, menilai, dan menyosialisasikan tanggapan mereka atas kasus ini,” kata Choirul Anam, penasihat hukum keluarga Munir, ketika dihubungi Kompas di Jakarta, Selasa (16/10).

Menurut Choirul, penawaran ini dilakukan karena pengungkapan pembunuhan yang terjadi pada 7 September 2004 tersebut akan menjadi bagian penting dari ukuran komitmen peserta pemilu atas proses reformasi.

Penawaran itu juga dilakukan, lanjut Choirul, karena kemungkinan besar kasus itu belum akan terungkap sepenuhnya hingga menjelang pemilu. Hal itu disebabkan persidangan mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Indra Setiawan, yang sedang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, kemungkinan baru akan berakhir akhir tahun ini atau awal tahun 2008. Padahal, Indra diyakini bukan pelaku utama sehingga untuk mengungkap kasus ini kemungkinan polisi harus mencari tersangka lain.

Bersikap kritis

Secara terpisah, Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Usman Hamid menuturkan, pembunuhan Munir juga akan lebih intensif dikampanyekan ke berbagai kelompok masyarakat, sehingga diharapkan akan lebih banyak masyarakat yang dapat bersikap kritis atas politisasi yang mungkin dilakukan sejumlah peserta pemilu atas kasus ini.

Politisasi ini antara lain dilakukan dengan memberi janji muluk atas pengungkapan kasus pembunuhan Munir atau kasus pelanggaran HAM lainnya. Padahal, di saat yang sama, menurut Usman, ada sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam pembunuhan itu, yang akan menggunakan pemilu untuk cuci tangan atau mencari perlindungan.

“Kami harus mengantisipasi politisasi yang berdampak negatif dalam kasus pembunuhan Munir ketika pemilu. Sebab, politisasi itu mungkin sekali terjadi, karena untuk menarik massa, berbagai pihak akan menggunakan isu yang menarik seperti kasus Munir. Kasus ini juga sudah berada dalam matriks politik yang besar,” ucap Usman. (NWO) Kompas

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: