Jusuf Kalla Belum Bersedia Dicalonkan

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golongan Karya, yang juga Wakil Presiden Jusuf Kalla, Selasa (16/10), menyatakan, hingga saat ini, belum bersedia ditetapkan sebagai calon presiden dari Partai Golkar. Alasannya, saat ini bukan saat yang tepat baginya untuk menyatakan pencalonan dirinya.

Pernyataan itu disampaikan Jusuf Kalla saat menjawab keinginan kader Partai Golkar, dalam acara temu kader dan silaturahmi Idul Fitri 1428 bersama jajaran pengurus dan kader Partai Golkar di Kantor DPD Partai Golkar Sulawesi Tengah (Sulteng) di, Palu, Selasa (16/10).

Di Manado semalam, para kader Partai Golkar Sulawesi Utara juga memilih Kalla sebagai calon presiden dari Partai Golkar. Akan tetapi, Kalla menyampaikan kalimat yang sama.”Saya belum memikirkan soal pencalonannya dan soal pemilihan Presiden, ” katanya.

Ia mengatakan, dirinya dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sudah sepakat untuk menentukan pencalonan presiden nanti tiga bulan sebelum pilpres.

Terkait dengan kunjungannya ke sejumlah mantan pemimpin bangsa saat Lebaran lalu, Kalla meminta agar hal itu tidak selalu dikaitkan dengan aktivitas politiknya menjelang 2009. “Padahal, saya ini ingin mengurangi pembicaraan politik selama ini,” ujar Wapres.

Wapres kemudian menegaskan, sebagai seorang wakil, dirinya cukup tahu diri dalam menempatkan dirinya. “Yang namanya wakil ya wakil. Apa pun yang dilakukan, tetap saja seorang wakil. Wakil itu harus tahu diri,” lanjut Wapres lagi.

Kemarin Ketua Majelis Permusyarawaratan Rakyat Hidayat Nur Wahid menegaskan, kunjungan Wapres ke para mantan pemimpin nasional itu tidak perlu dicurigai. Langkah itu, katanya, seharusnya diikuti para pemimpin lembaga negara. Walau demikian Hidayat mengingatkan agar silaturami yang dilakukan f Kalla tidak menghadirkan suatu liga nasional yang nanti menghadirkan pengkotakan baru dengan kelompok nasional dan religius.

Sementara Senin di Makassar, itu Guru besar Universitas Negeri Makassar Zainuddin Taha menilai Kalla layak berpasangan dengan siapa saja dalam pemilihan presiden 2009. “Sebagai, ketua umum partai politik terbesar, pastilah JK diusung oleh sebagai calon presiden. Namun, sebagai figur yang bukan berasal dari suku Jawa atau suku terbesar di negeri, dirinya bakal sulit diterima nalar politik kebanyakan untuk tampil sebagai kepala negara,” kata Zainuddin

Ssaat memberikan sambutan di di Gubernuran Sulteng di Palu, Wapres mengingatkan pimpinan pemerintah provinsi ini dan warga untuk menjaga perdamaian di Kabupaten Poso dan sekitarnya. Menurutnya, menjaga perdamaian lebih sulit dibanding menciptakan konflik baru.(NAR/SON/ZAL/HAR)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: