Pemudik Dihadang Kemacetan, Waspadai Hujan Menjelang Malam

Tiga hari menjelang Idul Fitri 1428 Hijriah, Rabu (10/10), jumlah pemudik dari Jakarta menuju kota-kota lain di Pulau Jawa meningkat tajam.

Setelah buka puasa kemarin, pemudik di Tol Cikampek langsung dihadang kemacetan sejak Pintu Tol Cibitung hingga Pintu Tol Cikopo yang panjangnya lebih dari 47 kilometer. Kemacetan semakin menghebat pada Rabu tengah malam.

Meskipun petugas kepolisian membagi arus pemudik ke Pintu Tol Sadang dan Kalihurip sejak pukul 21.00, satu jam kemudian ekor kemacetan semakin panjang dan mencapai Pintu Tol Halim, yang berjarak lebih dari 60 kilometer dari Pintu Tol Cikopo.

Pada saat yang sama, selepas Pintu Tol Cikopo menuju pantura, pemudik juga dihadang kemacetan hingga pos Jomin, yang panjangnya hampir 4 kilometer.

Selama empat hari terakhir, sebagian pemudik sebenarnya sudah dilayani sejumlah perusahaan dan partai politik yang memberikan bantuan berupa mudik bersama dengan menggunakan bus, kereta api, dan pesawat. Total penumpang yang sudah diberangkatkan melalui kegiatan mudik bersama ini hampir 55.000 orang. Adapun penumpang yang berangkat dari stasiun, terminal, dan bandara yang ada di Jakarta mencapai 498.185 orang.

Selain kendaraan roda empat, menurut Kepala Polres Indramayu Ajun Komisaris Besar Syamsudin Janieb, pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua juga meningkat. Peningkatan arus mudik mulai terlihat pukul 17.00 sampai pukul 10.00 esok harinya. Pada jam-jam tersebut arus mudik didominasi pengendara sepeda motor. Pada siang hari mobil pribadi dan angkutan umum lebih banyak melintas.

Ia menyebutkan, pengemudi sepeda motor memilih waktu yang dirasakan nyaman untuk perjalanan jauh, yaitu saat malam, karena mereka terhindar dari panas matahari. Akibatnya, pada jam-jam tersebut jalur kendaraan di pantura padat walaupun tidak sampai terjadi kemacetan.

Sejak pagi

Sejak pagi sudah terjadi kemacetan di sejumlah wilayah di pantura, seperti di Cirebon Timur dari arah Jakarta ke Jawa Tengah. Kemacetan di tempat itu mencapai 13 kilometer.

Kemacetan terlihat dari pertigaan Kanci dan bertambah lagi saat melewati pintu keluar Tol Palimanan-Kanci hingga Pasar Gebang.

Kemacetan terjadi sejak sekitar pukul 08.00 hingga sekitar pukul 12.00. Kendaraan roda dua hanya bisa merayap dengan kecepatan kurang dari 5 kilometer per jam, itu pun sebagian dari mereka sudah menggunakan bahu jalan. Jika dalam kondisi normal pemakai jalan bisa melewati Pintu Tol Kanci ke Pasar Gebang hanya 30 menit, kini menjadi sekitar dua jam.

Pangkal kemacetan memang berasal dari Pasar Gebang. Meskipun pedagang-pedagang yang berjualan hingga badan jalan sudah diminta menggeser tempat mangkalnya ke dalam pasar, pasar tetap saja ramai karena hilir mudik para pengunjung menyeberang pasar.

Sementara itu, arus kendaraan yang menuju Pulau Sumatera melalui Merak hingga semalam berjalan lancar.

Hujan

Memasuki transisi dari musim kemarau ke musim hujan saat ini, masyarakat diminta mewaspadai kemungkinan hujan pada saat menjelang malam.

Di Pulau Jawa peluang hujan berskala ringan sampai sedang ini akan terjadi di wilayah Banten, DKI Jakarta, Bekasi, Sukabumi, Cianjur, Purwakarta, Karawang, Subang, Bandung timur, Garut, Ciamis, dan Kuningan.

Di Jawa Tengah, hujan berpeluang terjadi di Cilacap, Banjarnegara, Brebes, Blora, Batang, Demak, Magelang, Boyolali, Klaten, Sragen, dan Karanganyar. Adapun di Jawa Timur berpeluang terjadi di Blitar, Jombang, Lumajang, Jember, Bondowoso, Banyuwangi. “Di Bali, peluang hujan ringan sampai sedang berada di bagian tengah dan barat,” kata Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Sri Woro B Harijono.

Ia menambahkan bahwa masa-masa transisi ke musim hujan ciri-cirinya sering terbentuk awan konvektif yang mendatangkan hujan lokal. “Peluang hujan biasanya pada sore hingga menjelang malam hari,” ujarnya.

Kewaspadaan menghadapi peluang hujan pada saat menjelang malam, terutama bagi pengendara sarana transportasi darat, sangat penting. Ketika aspal menjadi basah, jalan raya akan bertambah licin dan bisa menjadi penyebab utama kecelakaan.

Menurut Sri Woro, kecepatan angin dalam sepekan mendatang diperkirakan paling tinggi mencapai 20 knot atau 36 kilometer per jam. Ini akan terjadi di sebelah selatan Bengkulu, Lampung, dan Selat Sunda.

Kecepatan angin ini memengaruhi tinggi gelombang laut sehingga bisa mencapai dua meter di seputar wilayah perairan tersebut. “Wilayah perairan lainnya akan mengalami gelombang tinggi di bawah dua meter,” katanya.

Kepala Subbidang Informasi Meteorologi Publik BMG Kukuh Ribudiyanto menambahkan, peluang hujan ringan sampai sedang akan terjadi di beberapa wilayah di luar Pulau Jawa.

“Peluang hujan ringan sampai sedang diprakirakan terjadi di Sumatera bagian tengah dan utara. Kemudian terjadi pula di hampir sebagian besar Pulau Kalimantan, Sulawesi bagian tengah dan utara, Maluku bagian utara, serta Papua bagian barat,” kata Kukuh Ribudiyanto. (NAW/SON/WIN/NIT/MKN/THT/ CHE/YNT/FUL/SON/YNT/ REN/A03/A06/A16/A17/A18) Kompas

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: