2008, Pengaman Krisis Rp 7 Triliun, Penurunan Produksi Minyak Risiko Paling Besar

Pemerintah dan DPR sepakat menyiapkan pos cadangan umum senilai Rp 7 triliun dalam APBN 2008 sebagai anggaran pengaman seandainya terjadi masalah keuangan tahun depan. Potensi kesulitan keuangan negara tersebut tergolong nyata sebagaimana pengalaman selama ini.

Kesepakatan itu tercapai dalam Rapat Pleno Panitia Anggaran DPR, Senin (8/10) tengah malam, yang dihadiri Deputi Senior Gubernur BI Miranda Goeltom. Pemerintah diwakili Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menneg Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Paskah Suzetta.

Menkeu Sri Mulyani saat membacakan Pendapat Akhir Pemerintah terhadap Rancangan Undang-Undang APBN 2008 dalam Rapat Paripurna DPR di Jakarta kemarin mengatakan, pihaknya menginginkan agar sejak awal penetapan APBN 2008 sudah ada langkah-langkah antisipatif terhadap berbagai risiko yang sudah jelas dan diketahui ancamannya. Langkah itu berupa penetapan pos cadangan umum atau disebut policy measure.

“Dengan antisipasi tersebut, risiko yang muncul tidak akan menyebabkan dampak negatif pada pelaksanaan APBN 2008 maupun kondisi perekonomian karena setiap ketidakpastian bisa dikurangi,” ujarnya.

Penetapan anggaran policy measure hingga mencapai Rp 7 triliun baru pertama kalinya karena dalam APBN tahun-tahun sebelumnya paling banyak Rp 2 triliun. Itu pun sebatas untuk antisipasi bencana alam. Sementara policy measure tahun 2008 dicadangkan untuk pengamanan anggaran terhadap krisis yang lebih luas.

Sri Mulyani menyebutkan dua indikator asumsi makro yang perlu diwaspadai karena bisa menjadi sumber risiko fiskal pada 2008. Pertama, penurunan produksi minyak di bawah target APBN 2008 sebesar 1,034 juta barrel per hari. Kedua, perubahan harga minyak di pasar internasional yang sangat berfluktuasi dan dampaknya sangat signifikan terhadap realisasi APBN 2008.

Selama ini, kenaikan harga minyak berdampak netral terhadap APBN karena jumlah minyak dan gas (migas) yang diekspor dengan yang diimpor sama besar. Namun, kondisi itu akan berbeda jika produksi minyak nasional turun. Penerimaan negara bisa menurun, terutama Pajak Penghasilan (PPh) migas dan Penerimaan Negara Bukan Pajak migas. Sementara subsidi BBM tetap harus ditutup dari hasil penjualan minyak tersebut.

Pemerintah mengusulkan, jika anggaran tersebut tersisa pada akhir tahun 2008, dananya dialokasikan untuk menopang investasi pemerintah yang dikelola Badan Investasi Pemerintah (BIP). “Kami usulkan masuk rekening tersendiri yang dikelola BIP,” ujar Sri Mulyani.

Wakil Ketua Panitia Anggaran DPR Suharso Monoarfa mengatakan, hal lain yang mengandung risiko fiskal adalah peningkatan subsidi PLN jika PLN gagal memperoleh BBM murah. Risiko lainnya, jika dana bagi hasil cukai gagal terbayar (kebutuhannya Rp 435 miliar, namun baru dibayar Rp 200 miliar). Bencana alam juga termasuk di dalamnya.

“Risiko penurunan produksi minyak memang yang utama karena sangat tergantung pada realisasi sumur minyak Cepu di Oktober 2008. Kalau Cepu gagal, maka produksi minyak tidak akan mencapai 1,034 juta barrel per hari,” katanya.

Di tempat terpisah, Koordinator Panitia Kerja Belanja Pemerintah Pusat Hafiz Zawawi menyebutkan, anggaran policy measure dialokasikan dalam pos anggaran belanja lain-lain yang ditetapkan Rp 34,683 triliun di APBN 2008. Anggaran tersebut meningkat Rp 5,1 triliun dibandingkan RAPBN 2008 senilai Rp 29,59 triliun.

“Sebagai catatan, penggunaan anggaran untuk policy measure harus mendapatkan persetujuan DPR,” ujar Hafiz.

Uang makan PNS

Pada bagian lain, DPR menyetujui kenaikan 50 persen uang makan PNS dari Rp 10.000 menjadi Rp 15.000 per hari kerja. Uang lauk-pauk TNI dan Polri dinaikkan 16,67 persen dari Rp 30.000 menjadi Rp 35.000 per hari. Uang makan tersebut merupakan bagian dari anggaran belanja pegawai 2008 yang dialokasikan Rp 128,17 triliun. Itu sudah mencakup kenaikan gaji dan pensiun 20 persen, serta uang pensiun dan gaji ke-13. (OIN) Kompas

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: