Jangan Abaikan Pemerintahan, Wacana Duel Yudhoyono-Kalla pada Pilpres 2009

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla masih mempunyai tugas dan tanggung jawab konstitusional yang harus dituntaskan sampai akhir periode kepemimpinan mereka. Karena itu, duel keduanya dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009 bisa dipastikan akan menyebabkan roda pemerintahan berjalan tidak efektif sehingga mengganggu program dan agenda pemerintah yang masih tersisa.

Karena itu, jika Wapres Jusuf Kalla berniat maju sebagai calon presiden (capres) pada Pemilu 2009, maka dia harus mengundurkan diri dari jabatannya sekarang. Hal itu penting untuk menghindari konflik dengan Presiden Susilo Bambang Yudhohono yang kemungkinan akan tetap maju sebagai capres, kendati saat ini masih beretorika soal itu.

Demikian rangkuman pendapat dari pengamat politik dari LIPI, Indria Samego, pakar ilmu politik dari Universitas Indonesia, Maswadi Rauf, dan analis politik dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Indra Jaya Piliang secara terpisah kepada SP di Jakarta, Jumat (5/10) pagi. Mereka dimintai komentar terkait hiruk-pikuk pencalonan presiden 2009 menyusul langkah Megawati dan Sutiyoso yang menyatakan siap bertarung dalam Pilpres 2009 dan isyarat Wapres Jusuf Kalla soal kemungkinan berpisah dengan Presiden Yudhoyono.

Indria Samego, Maswadi Rauf, dan Indra Jaya Piliang menilai bahwa wajar-wajar saja Presiden Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla ikut berbicara tentang pencalonan mereka pada Pilpres 2009. Sebab sejak Kalla mengambil alih Ketua Umum Partai Golkar dan Presiden Yudhoyono diposisikan sebagai Ketua Dewan Penasihat Partai Demokrat, mereka sudah berpolitik. Jadi aneh, kalau mereka diminta tidak ikut-ikutan berbicara soal masalah pencalonan mereka pada 2009 nanti. Tetapi keduanya harus tetap bisa membedakan antara tugas negara dan tugas partai politik masing-masing.

Apalagi, kata Maswadi, posisi Wapres Jusuf Kalla yang juga Ketua Umum Partai Golkar. Dia pasti didesak oleh partainya untuk maju sebagai calon presiden pada pemilu mendatang. Tetapi kalau Kalla kemudian puas dengan posisinya yang sekarang dan memilih tetap berpasangan dengan Presiden Yudhoyono, Maswadi memperkirakan akan ada persoalan besar di tubuh Partai Golkar sendiri. Sangat tidak logis Partai Golkar sebagai pemenang pemilu hanya menempatkan ketua umumnya sebagai calon wapres. Tetapi bila Kalla akhirnya memilih hanya menjadi calon wapres, maka Partai Golkar akan mengajukan orang lain sebagai capres. Karena itu dia mengusulkan supaya Jusuf Kalla harus lebih cepat mengumumkan ke publik apakah dia akan maju sebagai capres atau hanya sebagai calon wapres berpasangan dengan Yudhoyono.

Indra Jaya Piliang berpendapat, sangat baik bila Wapres Jusuf Kalla dan Presiden Yudhoyono sejak awal menegaskan apakah mereka akan maju sebagai capres pada pemilu 2009 mendatang atau tidak. Dengan demikian, rakyat memiliki waktu yang cukup untuk menilai apakah mereka layak dipilih kembali atau harus mencari calon lain. Selain itu rakyat juga bisa menilai, apakah mereka menyalahgunakan kekuasaannya untuk kepentingan pencalonannya selama menjabat. “Jadi tidak ada persoalan bila Kalla mau jadi presiden karena partainya lebih besar daripada Partai Demokrat. Tetapi dia harus tetap profesional dalam pemerintahan. Ini konsekuensi dari rangkap jabatan, sebagai ketua umum partai di satu pihak dan sebagai presiden dan wakil presiden di lain pihak,” ujarnya.

Indria Samego menambahkan, tentu tidak mudah bagi Jusuf Kalla untuk membagi kedudukannya saat menjabat sebagai Wapres dan juga Ketua Umum Partai Golkar. “Kalla tentu saja akan dihadapkan pada tuntutan partai untuk bagaimana memenangkan pemilu mendatang,” katanya.

Kendati begitu, lanjut Samego, janji Yudhoyono dan Kalla untuk tetap mengutamakan tugas-tugas pemerintahan harus benar-benar dibuktikan. Jika tidak, masyarakat akan menilai langsung keduanya apakah mereka benar-benar pemimpin yang bertanggung jawab kepada rakyat atau hanya haus kekuasaan dan mementingkan kelompoknya saja.

Belum Bersikap

Sementara itu, Presiden Yudhoyono dalam pernyataan kepada pers di Istana Negara, Kamis malam, menyatakan bahwa ada dua pilihan baginya, maju atau tidak maju.

“Pada waktunya nanti saya akan menyampaikan sikap. Saya akan kalkulasikan, kalau saya pikir baik untuk negara, untuk bangsa, untuk rakyat ya saya Insya Allah akan maju. Tetapi kalau justru menurut perhitungan saya tidak baik, saya tidak akan maju,” katanya.

Presiden Yudhoyono menilai positif maraknya deklarasi capres belakangan ini. “Dimulai dari pernyataan Ibu Megawati sampai yang terakhir Pak Sutiyoso, ya itu bagi saya positif, bagus, karena itulah demokrasi yang makin mekar,” tuturnya.

Presiden juga menyatakan tidak terganggu dengan pernyataan Wapres Jusuf Kalla yang menyebutkan bahwa bisa saja di 2009 tidak lagi bersama Yudhoyono. “Beliau kan Ketua Umum Golkar. Bacaan saya, beliau tentu harus melakukan komunikasi dengan Golkar tentang proyeksi politik tahun 2009,” katanya.

Presiden Yudhoyono juga meyakinkan bahwa hubungannya dengan Jusuf Kalla tetap baik dan kewajiban sebagai presiden dan wakil presiden adalah berkonsentrasi untuk menjalankan tugas negara. Begitu juga dengan deklarasi Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, Presiden mengajak semua pihak menghormatinya dalam kerangka demokratis. Dia mengaku tidak etis memberikan komentar lebih jauh, terutama karena dirinya masih sebagai Presiden dan Sutiyoso masih Gubernur DKI Jakarta.

Sementara itu, mantan Ketua DPR/MPR, Amien Rais mengatakan, sebaiknya tokoh-tokoh muda mulai maju bersaing dengan para senior. Menurutnya, bukan persoalan terlalu cepat atau tidak untuk mendeklarasikan diri dua tahun sebelum Pilpres 2009. Tapi hendaknya mereka memberikan visi yang jelas, apa solusi yang mereka miliki untuk mengatasi masalah bangsa. [A-21/M-17/Y-3/B-14] Suara Pembaruan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: