Capres dan Calon Perseorangan

Meski Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2009 masih cukup lama, tetapi riak-riak menuju panggung RI-1 mulai tampak di permukaan. Ada yang mulai kasak-kusuk mengenai figur calon presiden (capres) dan juga calon wakil presiden (cawapres), tetapi ada juga yang secara nyata memproklamasikan diri kepada publik.

Sutiyoso secara terbuka mencalonkan diri sebagai capres untuk maju dalam Pilpres 2009. Di hadapan sejumlah tokoh dan kalangan partai politik, Gubernur DKI Jakarta yang pekan ini akan mengakhiri masa jabatannya, memproklamasikan dirinya sebagai capres. Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri juga menyatakan kesediaannya menjadi capres untuk Pilpres 2009.

Kita menilai positif langkah para tokoh politik yang secara terbuka mencalonkan diri sebagai presiden untuk masa jabatan 2009-2014. Rakyat memiliki waktu cukup lama untuk menentukan pilihan.

Mengamati proklamasi Sutiyoso sebagai capres, ada hal menarik yang patut disimak. Dalam kehidupan politik Indonesia, partai politik (parpol) memiliki peran penting untuk mencalonkan seseorang menjadi pemimpin, baik di kabupaten/kota, provinsi, hingga tingkat nasional. Bupati, wali kota, gubernur, hingga presiden, harus melewati pintu parpol sebelum menduduki jabatan itu. Parpol memiliki privilege untuk mendudukkan seseorang menjadi pejabat publik.

Namun seiring dengan bergulirnya era reformasi dan terjadi perubahan sistem politik, hak istimewa parpol pun mulai tercerabut. Pascakeputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membuka peluang adanya calon perseorangan dalam pemilihan kepala daerah (pilkada), parpol tidak lagi menjadi satu-satunya pintu masuk untuk menjadi pemimpin di daerah. Seseorang yang ingin menjadi kepala daerah tidak perlu lagi mengemis dukungan ke parpol, tetapi bisa bergerak sendiri untuk mencari dukungan rakyat. Kondisi ini tentu saja membuat kehidupan demokrasi menjadi lebih semarak.

Sayangnya, kehadiran calon perseorangan itu baru bisa diimplementasikan pada pilkada, belum pada pilpres. Meskipun Sutiyoso mengaku mendapat dukungan belasan parpol, tetapi dia belum layak menyandang “gelar” capres. Dalam Undang Undang Nomor 23 Tahun 2003 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) disebutkan,”Peserta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden adalah pasangan calon yang diusulkan secara berpasangan oleh partai politik atau gabungan partai politik.” Tetapi tidak semua parpol bisa mengajukan capres dan cawapres. Hanya parpol atau gabungan parpol yang memiliki sekurang-kurangnya 15 persen dari jumlah kursi DPR atau 20 persen dari perolehan suara sah secara nasional dalam Pemilu anggota DPR yang berhak mengajukan calon.

Dengan aturan itu, hanya parpol-parpol besar saja yang berhak mengajukan capres dan cawapres. Hanya Partai Golkar (127 kursi) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (109 kursi) yang bisa langsung mengajukan calon, sedangkan parpol-parpol lain harus berkoalisi untuk mengusung calon sendiri. Artinya, Sutiyoso harus bisa merangkul parpol-parpol kelas menengah dan kecil untuk mendapat dukungan politik.

Fenomena seperti itulah yang membuka peluang munculnya politik uang. Kita menilai politik uang itu sangat tidak sehat bagi pembangunan demokrasi. Politik uang berpeluang mendorong se- orang pemimpin melakukan KKN. Untuk meminimalisasi politik uang, calon perseorangan dalam pilpres bisa menjadi salah satu jawaban. Untuk itulah, wacana calon perseorangan dalam pilpres harus terus dikumandangkan. Kalau calon perseorangan bisa ikut pilkada, berarti terbuka peluang untuk ikut pilpres. Suara Pembaruan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: