Program Khusus Warga Miskin

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno menawarkan program transmigrasi khusus kepada masyarakat miskin yang bermukim di Jakarta dan sekitarnya. Peserta program transmigrasi akan diberikan rumah ukuran 36 meter persegi berhalaman seluas 500 meter persegi, lahan pertanian 2 hektar, dan biaya hidup selama dua tahun.

“Program ini sengaja kami tawarkan kembali kepada warga pinggiran Jakarta dan sekitarnya agar mereka bisa mengubah nasibnya. Saat ini, pemerintah membangun transmigrasi berkonsep kota terpadu mandiri sehingga fasilitas dan infrastrukturnya lebih lengkap,” kata Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Mennakertrans) Erman Suparno di Jakarta, Selasa (2/10).

Erman menyampaikan hal ini saat pembagian kebutuhan pokok untuk 1.200 warga miskin Jakarta di Gedung Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans), Kalibata.

Pemerintah berencana membangun tujuh kota terpadu mandiri (KTM) berbasis agroindustri. Pemerintah akan membangun kompleks perumahan peserta transmigrasi, fasilitas sosial dan umum, serta industri pengolahan hasil pertanian.

Menurut Mennakertrans, Depnakertrans sudah membuat nota kesepahaman (MOU) dengan pemerintah daerah dan investor yang akan mengembangkan industri di KTM.

“Nilai rencana investasi yang akan ditanamkan mencapai Rp 1,7 triliun,” kata Erman.

Program jangka panjang

Menanggapi tawaran tersebut, Koordinator Urban Poor Consortium (UPC) Wardah Hafidz mengatakan, pemerintah harus menyediakan program jangka panjang yang berpihak pada penghapusan masyarakat miskin. Selain itu, pemerintah juga harus mampu untuk memotong rentang birokrasi kebijakan sehingga masyarakat miskin mudah mengaksesnya.

“Selama ini warga miskin sulit mengakses program-program pemerintah karena jalur birokrasi yang terlalu panjang. Pemerintah sebaiknya memangkas jalur tersebut sehingga warga miskin menjadi lebih mudah menjalankan program pengentasan kemiskinan pemerintah,” katanya.

Direktur Jenderal Pembinaan Penyiapan Permukiman dan Penempatan Transmigrasi Depnakertrans Dyah Paramawatiningsih mengungkapkan, proses seleksi calon peserta transmigrasi dari Jakarta akan dibuat seketat mungkin. Hal ini bertujuan agar peserta transmigrasi benar-benar merupakan orang yang mampu bertani.

“Meskipun KTM nantinya menjadi sebuah kota, peserta transmigrasi tetap harus mampu bertani. Jika tidak, salah-salah mereka akan meninggalkan lahannya karena tidak sanggup bertani,” katanya. (ham) Kompas

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: