Soeharto Tak Dibahas

Pertemuan antara Presiden Susilo Bambang Yu- dhoyono dan Presiden Bank Dunia Robert Zoellick yang membahas Prakarsa Penarikan Kembali Aset Curian atau Stolen Asset Recovery (StAR) Initiative, ternyata tak menyinggung kekayaan mantan Presiden Soeharto. Padahal dalam laporan StAR Initiative yang dilansir pekan lalu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Bank Dunia menempatkan Soeharto pada peringkat pertama daftar pemimpin negara terkorup selama memerintah, dengan kekayaan ditaksir US$ 15 miliar sampai US$ 35 miliar.

Pertemuan Yudhoyono dan Zoellick yang berlangsung di sela-sela Sidang ke-62 Majelis Umum PBB, di New York, Selasa (25/9) siang waktu setempat, atau Rabu (26/9) dini hari WIB tersebut, hanya membahas StAR secara umum. Dalam pernyataan bersama, keduanya sepakat bahwa Bank Dunia dan Kantor PBB untuk Masalah Obat- obat Terlarang dan Kriminal (United Nations Office on Drugs and Crime/UNODC) akan berkunjung ke Indonesia guna mengembangkan lebih lanjut bantuan teknis di bawah inisiatif StAR.

Pernyataan bersama tersebut, sama sekali tidak menyinggung upaya mengembalikan kekayaan negara yang diduga dikorupsi mantan Presiden Soeharto, sebagaimana laporan Bank Dunia dan PBB.

Yudhoyono dan Zoellick hanya menyebut bahwa inisiatif StAR merupakan program yang inovatif dan unik, karena memungkinkan negara-negara berkembang dan maju memperoleh manfaat melalui penerapan Konvensi PBB mengenai Pemberantasan Korupsi. (United Nations Convention Against Corruption/UNCAC) tahun 2003.

“Indonesia menyatakan ke- inginan untuk berpartisipasi dalam inisiatif StAR guna lebih memperkuat kemampuan mengimplementasi ketentuan Bab V UNCAC 2003 mengenai pengembalian aset, khususnya dalam melacak, membekukan, dan mengembalikan aset-aset yang berada di wilayah yurisdiksinya,” demikian pernyataan tersebut.

Yudhoyono dan Zoellick juga mendesak negara-negara maju mengambil langkah-langkah yang diperlukan, guna memastikan bahwa pusat-pusat keuangan dunia tidak menjadi tempat penyimpanan dana-dana hasil korupsi yang dilarikan dari negara-negara berkembang.

Indonesia akan menjadi tuan rumah pertemuan ke-2 negara-negara penandatangan UNCAC 2003, yang akan berlangsung di Bali pada 28 Januari hingga 1 Februari 2008. [A-17]

Sumber: Surat Kabar Harian Suara Pembaruan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: