Peringkat Bisnis Indonesia Membaik

Peringkat Indonesia dalam hal melakukan kegiatan bisnis secara umum membaik, dengan naik ke peringkat 123 dari posisi tahun lalu yang berada pada urutan 131 dari 178 negara yang disurvei Bank Dunia.

Dalam laporan “Doing Business 2008” yang diluncurkan di Jakarta, Rabu (26/9), disebutkan posisi Indonesia kalah dibanding negara-negara di kawasan Pasifik Selatan seperti Samoa dan Vanuatu yang berada di peringkat 61 dan 62 dunia, serta negara-negara Asia Selatan, seperti Sri Lanka dan Bangladesh yang berada di posisi 101 dan 107 dunia.

Selain itu, peringkat Indonesia juga kalah dibanding negara-negara Asia Tenggara lainnya seperti Vietnam yang berada di posisi 91 dan Brunei di urutan 78. Apalagi dibanding Malaysia yang berada di ranking 24, Thailand di peringkat 15, dan Singapura yang menduduki posisi nomor satu. Indonesia hanya unggul atas Filipina yang menempati ranking 133 dan negara-negara Afrika lainnya.

Dalam survei tersebut ada 10 indikator yang dinilai, yakni kemudahan memulai bisnis, kemudahan memperoleh izin, ketenagakerjaan, penyediaan lahan dan bangunan, perlindungan terhadap investor, pembayaran pajak, perdagangan lintas batas, kepatuhan dalam memenuhi kontrak, dan mengakhiri bisnis.

Dari sepuluh indikator, Indonesia dinilai tidak melakukan perubahan atau masuk kategori negative list pada upaya memulai bisnis. Indonesia hanya masuk dalam kategori 10 besar negara pada positive list untuk indikator perlindungan terhadap investor.

Laporan itu juga menyebutkan, tahun ini negara-negara Eropa Timur dan negara-negara bekas Uni Soviet, melampaui negara-negara Asia Timur dalam hal kemudahan berbisnis. Beberapa dari negara di kawasan itu menunjukkan kemajuan, sehingga pertumbuhan ekonomi di kawasan Eropa Timur cukup baik.

Estonia terpilih sebagai negara paling bersahabat dalam bisnis untuk bekas negara Blok Timur dengan peringkat 17 dunia. Demikian juga dengan Georgia dan Latvia yang masuk ranking 25 besar dunia.

Hasilnya tampak dengan munculnya bisnis-bisnis baru. Georgia kini memiliki 15 bisnis yang terdaftar per 100 penduduk, sama dengan Malaysia. Republik Cheska dan Slovakia memiliki 13 bisnis per 100 penduduk (sama dengan Singapura). Sedangkan Estonia dan Polandia memiliki 12 bisnis terdaftar per 100 penduduk, atau sama dengan Hong Kong). [B-15]

Sumber: Surat Kabar Suara Pembaruan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: