Terserang Malaria, Korban Gempa di Kabupaten Muko-muko

Para korban gempa di Kabupaten Muko-muko, Provinsi Bengkulu saat ini banyak yang terkena penyakit malaria, karena kesehatan mereka terus menurun akibat tidur di tenda darurat dan menghirup udara kotor yang ada di sekitar tempat mereka tinggal.

Kepala Bagian (Kabag) Infokom Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muko-Muko, Hariadie Nazar yang dihubungi SP dari Bengkulu, Kamis (20/9) petang mengatakan, hingga kini korban gempa di Muko-muko yang mengidap penyakit malaria sebanyak 23 orang, inspeksi saluran pernapasan akut (ispa) 15 orang, diare 160 orang dan jenis penyakit lainnya sebanyak 44 orang.

Sebagian besar korban gempa yang terkena malaria tersebut, yang berada di pengungsian SP III dan VI, Lubuk Pinang. Demikian pula yang terkena diare dan berbagai penyakit lainnya juga sebagian pengungsi di Lubuk Pinang. Di daerah ini selain sanitasinya tidak terjamin juga warga mulai kekurangan air bersih, sehingga terpaksa mengonsumsi air yang kebersihan kurang terjamin. Hal inilah yang menyebabkan korban gempa di Muko -muko banyak terserang diare, ispa,sesak napas, dan malaria, ujarnya.

Korban gempa yang terkena diare sebagian besar sudah berangsur-angsur sembuh setelah disuntik dan diberikan obat-obatan oleh dokter yang ada di Satlak setempat. Demikian juga warga yang terkena penyakit lain setelah diobati berangsur-angsur sembuh, katanya.

Untuk mengantisipasi warga korban gempa terkena diare dan malaria, dan penyakit lain, Satkorlak Pemkab Muko-Muko telah menyebarkan sejumlah dokter relawaan ke beberapa lokasi tempang pengungsian, sehingga jika ada warga yang sakit langsung diberikan pengobatan. Dengan demikian, penyakit yang dialami korban gempa segera sembuh, katanya.

Hingga hari kesembilan pasca gempa 7,9 skala richter (SR) di Bengkulu, warga Muko-Muko yang masih berada di tempat pengungsian sekitar 800 orang. Mereka belum bersedia meninggalkan lokasi pengungsian, selain takut akan ada gempa besar lagi yang diikuti tsunami.

Alasan lain, rumah mereka sudah hancur sehingga tidak ada tempat lagi untuk berlindung. Dengan begitu mereka sementara lebih baik memilih tinggal di pengungsian meski fasilitas yang sangat minim kecuali bahan pangan cukup banyak karena terus mendapat suplai dari Satkorlak Pemkab setempat.

“Hal inilah yang menyebabkan masih banyak warga Muko-Muko bertahan di lokasi pengungsian di Kecamatan Lubuk Pinang,” ujarnya.

Warga yang sudah kembali ke rumah mereka, hingga kini belum berani masuk ke dalam rumah karena khawatir akan datang gempa lebih besar lagi. Karena itu, sebagian besar warga masih tinggal di tenda-tenda darurat di halaman rumah. Kondisi ini terjadi karena masyarakat masih dihantui rasa ketakutan akan datang gempa besar yang diikuti gelombang pasang tsunami.

Tentang persediaan air bersih, dia mengatakan, sejak dua hari ini kebutuhan air bersih bagi korban gempa di daerah ini sudah dapat diatasi dengan mengerahkan dua unit mobil tangki bantuan dari DPU pusat untuk mensuplai air bersih.

Validasi

Sementara itu, Bupati Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat, Nasrul Abit mengatakan, Pemkab Pessel, Jumat (14/9) menurunkan tim teknis untuk melakukan validasi data, bagi rumah masyarakat dan fasilitas umum yang terkena gempa. Validasi data dilakukan berdasarkan laporan dari berbagai kecamatan.

Sesuai laporan dan validasi data yang dilakukan tim, diperoleh taksiran kerugian Kabupaten Pessel pascagempa sebesar Rp 868 miliar. Untuk proses rekonstruksi, pemerintah akan melakukan berbagai langkah, seperti untuk sekolah-sekolah yang mengalami rusak berat dan hancur, pemerintah akan membangun barak-barak darurat sebagai tempat belajar sementara. Setidaknya diperlukan dana untuk rekonstruksi sebesar Rp 700 miliar.

Sedangkan validasi data yang sedang dilakukan tim teknis, khusus dilakukan terhadap masyarakat yang rumahnya mengalami rusak berat, sedang dan ringan, begitupun bagi fasilitas umum lain. Dari validasi data itu nantinya akan diketahui banyaknya rumah warga yang mengalami rusak berat, sedang, dan ringan di semua kecamatan, sehingga pemerintah memiliki data yang pasti. [BO/143]

Sumber: Surat Kabar Harian Suara Pembaruan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: