Pertumbuhan 6,8 Persen Perlu Beberapa Syarat

[JAKARTA] Asumsi pertumbuhan ekonomi dalam APBN 2008 yang disepakati sebesar 6,8 persen dinilai Bank Indonesia masih dapat dicapai dengan syarat bahwa peningkatan kegiatan investasi, penyerapan belanja negara sesuai dengan yang direncanakan dan kestabilan makro ekonomi tetap terjaga.

Bank Indonesia juga menilai asumsi nilai tukar rupiah di tahun depan sebesar Rp 9.100 per dolar Amerika Serikat masih searah dengan asumsi Bank Indonesia, meskipun belakangan ini dampak krisis kredit perumahan di Amerika Serikat berpengaruh terhadap jatuhnya harga saham dunia, tetapi asumsi tersebut dinilai masih realistis dan Bank Indonesia mengupayakan untuk menjaga volatilitas nilai tukar rupiah.

Sementara, dua fraksi di DPR yakni Fraksi PDI-Perjuangan dan PAN tetap mengusulkan asumsi pertumbuhan ekonomi tidak sebesar 6,8 persen. Fraksi PDI-Perjuangan menilai pertumbuhan ekonomi sebesar 6,5 persen di 2008 sedangkan Fraksi PAN tegas-tegas tidak menyetujui target pertumbuhan ekonomi 6,8 persen dan mengusulkan hanya 6,3-6,5 persen.

Kendati demikian, Panitia Anggaran DPR akhirnya menyepakati asumsi-asumsi makro ekonomi di APBN 2008 meski ada catatan tersebut. Kesepakatan tersebut dicapai dalam rapat kerja yang dihadiri Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda S Goeltom, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Paskah Suzetta, dan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Sofyan Djalil, Rabu (19/9) tengah malam.

Menurut Koordinator Panja Asumsi Makro APBN 2008, Suharso Monoarfa, pertumbuhan ekonomi pada 2008 disepakati sebesar 6,8 persen. Pertumbuhan tersebut membutuhkan kontribusi pertumbuhan konsumsi masyarakat 5,9 persen, investasi 15,5 persen dan impor barang modal 17,8 persen.

“Dari sisi penawaran, akan didukung oleh sektor pengangkutan dan komunikasi, sektor listrik, gas dan air bersih, sektor indutsri pengolahan dan sektor pertanian. Sedangkan sektor industri pengolahan diperkirakan akan tumbuh dua kali lipat karena perbaikan infrastruktur dan kebijakan pemerintah yang pro industri dan dunia usaha,” kata Suharso.

Meski demikian, ia menjelaskan fraksi PDI-P perjuangan tetap mengusulkan pertumbuhan ekonomi di tahun depan 6,5 persen dengan pertimbangan melihat realita perekonomian nasional dan belum terciptanya iklim yang kondusif terhadap pertumbuhan ekonomi serta masih banyaknya kebijakan pemerintah yang belum mampu membangkitkan sektor riil secara optimal.

Menanggapi hal itu, Menteri Keuangan mengatakan pemerintah berupaya untuk mencapai sasaran pertumbuhan ekonomi 6,8 persen. Pasalnya hal itu sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran. Kendati demikian, sambung Menkeu, pihaknya menghargai pandangan fraksi yang menilai asumsi pertumbuhan ekonomi itu terlalu tinggi dan menganggap kisaran 6,5 persen lebih realistis.

“Kami menghargai pandangan fraksi yang berbeda, tetapi pemerintah tetap pada pertumbuhan ekonomi 6,8 persen,” kata Menkeu.

Dana Kontijensi

Sementara itu, terkait asumsi lifting minyak pada 2008 sebesar 1,034 juta barel per hari, Menkeu mengatakan pengalaman menunjukkan pada 2007, lifting minyak berkurang 50.000 barel per hari dan itu langsung menurunkan target penerimaan migas dalam jumlah yang cukup besar.

Lifting minyak dalam beberapa tahun terakhir masih dibawah 1 juta barel per hari. Sehingga, jika dalam APBN 2008 disepakati lifting minyak sebesar 1,034 juta barel per hari, pemerintah menilai perlu melihat kemungkinan resiko lifting itu tidak terpenuhi.

“Kami harapkan ada dana kontijensi mengantisipasi lifting tersebut tidak tercapai,” kata Menkeu.

Kesepakatan Panja memutuskan lifting minyak di 2008 sebesar 1,034 juta barel per hari. Perkiraan itu meningkat dari asumsi APBN-P 2007 yakni 950.000 barel per hari. Pertimbangannya, beroperasinya secara maksimal beberapa produksi sumur-sumur penting dan sejak kuartal IV 2008 Exxon mulai berproduksi. [L-10] Suara Pembaruan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: