Tambak Rakyat Diminta Sesuai FDA

Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat meminta Pemerintah Indonesia dan asosiasi terkait tidak melupakan tambak-tambak rakyat yang jumlahnya mencapai ribuan pemilik. FDA meminta tambak-tambak rakyat itu dikelola seperti tambak besar agar memiliki standar yang sama.

Demikian salah satu usulan yang disampaikan tim FDA seusai rangkaian kunjungan ke sejumlah tambak di Indonesia sejak tanggal 4-14 September 2007. Tim FDA yang diwakili oleh Barbara Montwill dan Brett Koonse itu antara lain mengunjungi Jakarta, Medan, Lombok Timur, dan Jawa Timur.

Kunjungan itu bertujuan melihat langsung sistem pengelolaan tambak di Indonesia, terutama dalam upaya menjamin keamanan produk perikanan Indonesia yang dikirim ke Amerika Serikat. Dengan demikian, konsumen AS yang mengonsumsi produk perikanan dari Indonesia terjamin keamanannya. Secara umum, FDA puas dengan sistem pengelolaan tambak di Indonesia.

Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Departemen Kelautan dan Perikanan Martani Husein yang menyertai kunjungan itu mengungkapkan, FDA meminta pemerintah dan asosiasi betul-betul melakukan pembinaan kepada petambak-petambak rakyat secara rutin.

Hal itu dimaksudkan agar mereka mengelola tambaknya sesuai standar yang ditetapkan. Para petambak juga diharapkan memahami isu-isu yang sedang berkembang saat ini, misalnya larangan penggunaan obat.

“FDA berharap setiap petambak memahami peraturan-peraturan keamanan pangan yang ditetapkan AS sehingga bisa memberikan produk yang bagus bagi AS,” kata Martani.

Hal ini penting karena AS merupakan pasar ekspor terbesar untuk hasil-hasil perikanan Indonesia. Sebagai gambaran, tahun 2006 nilai ekspor makanan laut dari Indonesia ke AS mencapai 2,1 miliar dollar AS.

Dalam hal penataan tambak, FDA memberikan saran penting mengenai penggunaan WC bergerak. Usul ini dilatarbelakangi oleh jarak tambak yang pada umumnya jauh sehingga membutuhkan WC bergerak untuk menghindari pencemaran.

“Yang terjadi selama ini masih banyak WC yang berada tidak jauh dari areal tambak sehingga dikhawatirkan menimbulkan pencemaran pada tambak,” kata Martani.

Sebagai tindak lanjut kunjungan itu, FDA berjanji akan memberikan pelatihan bagi para pelaku usaha dan asosiasi. (DOE/ Kompas )

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: