Diare Serang Korban Gempa

Korban gempa di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar) yang masih berada di tenda-tenda pengungsian, mulai terserang ber- bagai penyakit terutama diare. Hingga Senin (17/9) pagi, sedikitnya 60 warga diare akibat buruknya sanitasi. “Warga yang terserang diare bakal terus bertambah jika pertolongan tidak segera tiba,” ujar Kepala Humas Pemkab Mentawai, Adi Dharma yang dihubungi SP dari Padang, Senin (17/9) pagi.

Sejumlah warga juga mulai mengalami kelaparan karena distribusi bantuan yang belum merata. Terhambatnya bantuan makanan tersebut karena kondisi Mentawai yang masih terisolasi akibat ambruknya sejumlah dermaga. Daerah terparah adalah Kecamatan Sipora dan Sikakap. Sekitar 3.000 korban terisolasi dan menantikan bantuan bahan pangan, obatan-obatan, dan selimut.

Kepala Humas Pemerintah Provinsi Sumbar, Devi Kurnia mengungkapkan, bantuan untuk 12.000 korban gempa di Kabupaten Pesisir Selatan, hari Minggu telah dikirim dengan dua truk peti kemas dan diharapkan Senin pagi ini sudah tiba di Painan dan Lunang Silaut. Bantuan itu akan diserahkan secara simbolis oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Senin sore. Akses jalan ke Pesisir Selatan yang sempat terputus, sudah berhasil diperbaiki sehingga truk bantuan bisa tiba di lokasi sesuai jadwal.

Menurut Devi, Presiden beserta Ibu Ani Yudhoyono, Senin, melakukan kunjungan ke kawasan korban gempa terparah, yakni Bengkulu Utara, Muko-Muko, Lunang Silaut, dan Pesisir Selatan.

Selain melakukan peninjauan ke lokasi pengungsian, Presiden bertatap muka dengan masyarakat setempat yang dilanjutkan dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada korban gempa.

Korban Gempa

Sementara itu, jumlah korban dan infrastruktur yang rusak di wilayah Sumbar terus menunjukkan peningkatan. Data Satkorlak PB Pemprov Sumbar sampai Senin pagi menyebutkan, korban meninggal menjadi delapan orang, 20 luka berat dan 29 luka ringan. Sedangkan bangunan yang rusak akibat gempa, tersebar di lima kabupaten/kota di Sumbar, yakni 15.488 rumah rusak, 6.636 di antaranya tergolong rusak berat. Gedung sekolah yang rusak untuk sementara sebanyak 95 buah, dengan rincian 46 rusak berat, 22 rusak sedang, dan 21 rusak ringan. Sedikitnya 262 rumah ibadah hancur.

Data sementara Satkorlak Sumbar menunjukkan kerugian materil diperkirakan menca- pai Rp 725,816 miliar. Sebesar Rp 681,74 miliar kerugian diakibatkan kerusakan bangunan di Pessel. Sedangkan selebihnya kerusakan di Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, dan Solok Selatan. Jumlah tersebut belum termasuk jumlah nominal kerugian di Mentawai, yang menurut pantauan Pangdam I Bukit Barisan, kerusakan mencapai 75 persen.

Menurut data Posko Sarkotlak Mentawai, Senin pagi, 123 bangunan hancur di Kecamatan Sipora, 3.021 unit bangunan hancur di Kecamatan Pagai Utara Selatan, dan 38 unit bangunan hancur di Kecamatan Siberut Utara. Bangunan tersebut meliputi sekolah, dermaga, masjid, gereja, kantor pemerintah, puskesmas, rumah penduduk, dan jalan lintas.

Sedangkan di Kabupaten Pesisir Selatan sedikitnya 18.000 warga masih berada di pengungsian. Data yang dikeluarkan Posko Penanggulangan Bencana di Kantor Infokom Pesisir Selatan menyebutkan, 3.045 rumah rusak berat, 3.375 rusak sedang, dan 2.468 rusak ringan. Sedangkan sarana umum yang rusak berat sebanyak 25 unit. Rumah ibadah yang rusak berat 42 unit, rusak sedang 78, dan rusak ringan 43 unit.

Bantuan Amerika

Sementara itu, sejak Sabtu (15/9), satu persatu bantuan korban gempa di Sumbar mulai berdatangan. Hari Minggu kemarin, telah tiba bantuan dari Departemen Sosial yang dibawa dengan pesawat Hercules ke Bandara Tabing Padang untuk kemudian diserahkan oleh Presiden kepada pengungsi. Bantuan akan diantar ke Lunang Silaut. Bantuan berupa, minyak goreng 116 karton, ikan kaleng 80 karton, tandu 135 buah, kain sarung 2.000 helai, dan matras 500 buah.

Selain itu, Senin (17/9) pagi, Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Cameron R Hume juga menyerahkan sumbangan sebesar US$ 100.000 atau hampir Rp 100 miliar melalui lembaga donor AS, United States Agency for Internasional Development (USAID). Kepada SP Hume mengatakan, bantuan itu merupakan bentuk rasa prihatin yang mendalam terhadap masyarakat yang masih berada di pengungsian dan pihaknya ingin membantu mitigasi bencana dan pemulihan pascagempa.

“Kita membantu Pemerintah Indonesia dan membantu semua orang yang terkena bencana,” kata Hume yang didampingi Konsul Jenderal AS di Medan, Sean B Stein. Selain itu, kata Hume, pihaknya juga membantu dua LSM internasional, yaitu Medical Corps dan Ambulan 118 yang telah menerjunkan 14 tenaga medis ke Bengkulu. Sebelumnya Pemerintah AS dan Indonesia telah menyepakati dana sebesar US$ 963 juta untuk mendukung program lima tahun, meliputi transisi demokrasi, pembangunan ekonomi, perbaikan pendidikan, dan pembangunan sumber daya manusia.

Terkait dengan masalah bantuan, Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (Bakornas PB) meminta aparat TNI dan kepolisian untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang tersebar di desa-desa. Penggunaan aparat TNI/Polri ini juga dimaksudkan sebagai pengamanan supaya kejadian pemblokiran jalan yang menghalangi distribusi bantuan yang sempat terjadi, tidak terulang lagi.

Ketua Pelaksana Harian Bakornas PB, Syamsul Ma’arif, saat dihubungi SP, Senin pagi, mengatakan, sampai saat ini bantuan yang datang dari pusat sudah tiba sampai tingkat kecamatan.

“Yang jadi masalah selama ini adalah dari kecamatan ke masyarakat, yang agak terhambat karena kurangnya tenaga mengingat sebagian besar warga aparat kelurahan dan desa mengungsi. Selain itu lokasi pengungsi yang tersebar cukup menyulitkan,” katanya.

Menurutnya, selama melakukan pengamatan di beberapa lokasi yang mengalami kerusakan parah akibat gempa, tidak ada daerah yang terisolasi karena semuanya bisa dilalui dengan jalan darat. Untuk itu, Syamsul meminta agar satkorlak bencana di daerah lebih aktif dan langsung menyalurkan bantuan.

Kunjungan Presiden

Pada Senin pagi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengunjungi lokasi gempa bumi di Bengkulu. Dalam kunjungannya, Presiden mengharapkan jangan sampai ada korban gempa di Bengkulu tidak mendapat bantuan sama sekali dari Satlak dan Satkorlak Pemprov Bengkulu.

“Saya berharap tidak satu pun korban gempa yang tidak diberikan bantuan. Sebab, kita wajib memberikan bantuan kepada mereka,” kata Presiden seusai mendengarkan pemaparan dari Gubernur Bengkulu, Agusrin Maryono Najamuddin di Posko Satkorlak Pemprov Bengkulu. [BO/E-7/143/Suara Pembaruan]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: