Penculikan Raisa

Presiden sampai menangis, merengek-rengek pada penculik agar membebaskan anak kecil itu. Padahal penculiknya hanyalah anak-anak SMA. Kasihan sekali Presiden ini, Jenderal berpostur tinggi besar menjadi seperti anak kecil yang tidak punya kuasa. Padahal hanya tinggal perintah maka kepolisian akan melakukan kewajibannya.

Dengan cepatnya polisi menangani masalah ini sehingga penculiknya dapat ditangkap, apakah berarti merupakan prestasi Presiden? Sangat mengada-ada kalau semua berkat air mata Presiden. lagipula air mata Jenderal ini mestinya bukan air mata murahan, yang diobral tak sanggup membayar derita korban lumpur Lapindo yang sampai sekarang masih belum teratasi permasalahannya. Dan Presiden malah menyembunyikan diri!

Banyak tindakan Presiden yang patut dipertanyakan dengan kapasitasnya sebagai pemimpin negara, namun tidak ditunjukkannya tidak tepat. Urusan yang tidak perlu dilakukan seorang Presiden malah dilakukannya sendiri, padahal ia mempunyai banyak pembantu, para Menteri yang jumlahnya tak terkira sesuai bidang masing-masing!

Kalau begitu, apa gunanya para Menteri itu? Hanya melakukan tugas-tugas teknis sementara Presiden menjadi penyemangat dengan menjadi Humas mereka pada masyarakat, sebagai selebriti yang mempertontontan citra-citra bagus untuk sebuah prestasi permukaan?

(yonathanrahardjo)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: