Tewasnya Sanak Kami pada Gempa Padang

Jakarta – Inilah akibat dari gempa di bagian barat Pulau besar sumatera… gempa yang sangat mengguncang, berkekuatan 7,8 skala Richter.. hingga pesisir selatan Pulau Sumatra ini menimbulkan kerusakan di berbagai wilayah.

Provinsi Padang dan Jambi.. menangis…

Menurut US Geological Survey (USGS), dalam situs internetnya, gempa Kamis (13/9) pagi ini berbeda episentrum (pusat gempa) dengan gempa Rabu (12/9) petang yang mengguncang Provinsi Bengkulu.

“Salah… gempa di Padang, Kamis pagi, bukanlah gempa susulan dari gempa di bengkulu Rabu sebelumnya,” katanya.

Gempa yang terjadi pukul 06.54 WIB di Selat Mentawai tersebut membuat sejumlah bangunan rumah dan gedung di Padang rubuh. Ada 1 korban tewas yang tertimbun di Gedung PT Suka Fajar, Jl Veteran yang hingga saat ini masih terkurung di dalam, namanya Ir.Morjadi Kasim, Presiden Komisaris PT Suka Fajar.

Adi Nugroho, warga di Purau Pagang, mengatakan sejumlah bangunan di kompleknya hancur. Warga ketakutan mereka berjaga-jaga. Sekitar pukul 08.39 terjadi gempa susulan. Hingga saat ini, warga Kota Padang masih berada di luar rumah, mereka mengungsi bersama anak-anak ke tempat tinggi.

Saat gempa pertama terjadi, warga di Padang histeris dan panik. Mereka menangis menjadi-jadi, khawatir gempa tersebut menimbulkan tsunami.

Wali Kota Padang H Fauzi Baar, Kamis pagi, meliburkan seluruh pegawai di lingkungan Pemkab Padang. Ia meminta kepada seluruh PNS agar membantu warga yang ada di sekitar rumah mereka.

Pakar gempa dari Universitas Andalas, Badrul Mustafa, mengatakan gempa yang terjadi hari ini tidak menimbulkan tsunami. Masyarakat diminta waspada. Dari laporan yang ia terima, sejumlah gedung perkantoran di Kota Padang retak-retak, jadi ia meminta kepada warga untuk sementara ini tidak masuk ke dalam gedung, karena gempa susulan bisa saja terjadi.

Dari Kota Painan, pesisir selatan, gempa yang terjadi membuat jalan yang menghubungkan Sumbar dan Bengkulu putus. Persisnya di daerah Kumbuang, jalan negara sepanjangnya 30 meter rusak sehingga hubungan transportasi keduanya terputus.

Pasien di berbagai Rumah Sakit Padang berhamburan keluar. Ada yang pakai tabung oksigen dan infus, ada juga warga yang batal melakukan operasi.

Menurut Rafael Abreu, ahli geologi pada USGS, gempa berkekuatan 7,8 skala Richter pagi ini tampaknya bukan gempa susulan yang melanda Bengkulu semalam, berkekuatan 8,4 skala Richter. “Yang ini juga gempa besar, tampaknya ini gempa yang berbeda,” katanya.

Menurut USGS, gempa pagi ini berpusat pada titik 185 kilometer Tenggara Padang, di Samudera Hindia, tak jauh dari Kepulauan Mentawai, dengan kedalaman 10 km. Posisi gempa adalah 2.526 Lintang Selatan, 100,964 bujur timur.

Gedung yang mengalami rusak berat di antaranya RSUP M Djamil, dua unit Gedung Bank Mandiri, dan gedung BNI serta satu lagi showroom mobil rata dengan tanah.

Gempa yang cukup kuat dirasakan itu membuat warga panik dan hingga pukul 10.00 WIB masih kembali mengguncang wilayah Sumatera Barat.

Gempa berkekuatan 7,8 SR dengan kedalaman 24 meter itu, membuat warga Kota Padang, sebagian besar mengungsi ke daerah ketinggian arah Limau Manis, Padang, dan membuat tenda darurat di luar rumah.

Sementara itu, gempa hari Rabu petang itu juga merusak banyak bangunan di Provinsi Bengkulu, sekurangnya lima orang tewas karena tertimpa bangunan, namun jumlah ini belum bisa dipastikan. Gempa ini hanya menimbulkan tsunami kecil yang tidak membahayakan.

Enam Korban
Korban jiwa akibat gempa bumi berkekuatan 7,9 Skala Richter yang melanda Bengkulu pada Rabu (12/9) pukul 18.10 WIB bertambah dari tiga menjadi enam orang tewas, tiga luka berat dan 20 luka ringan. Ketua Satkorlak Penanggulangan Bencana Alam (PBA) Provinsi Bengkulu Hamsyir Lair di Bengkulu, Kamis, menjelaskan berdasarkan laporan yang masuk hingga pukul 11:00 WIB tambahan korban tewas dari Bengkulu Utara dan Muko Muko.

Adapun keenam korban, yakni Jefrianto (13), warga Kelurahan Lempuing, Kota Bengkulu, Ny Bainah (35), warga Kelurahan Panorama, Kota Bengkulu,. Surat (60), warga Kecamatan Rama Agung, Bengkulu Utara, Nurbaiti (69), warga Giri Kencana, Bengkulu Utara, Adi (13), warga Kabupaten Muko Muko dan satu orang belum teridentifikasi.

Hamsyir menjelaskan gempa juga telah menyebabkan kerusakan terhadap rumah warga dan bangunan pemerintah mencapai 100 unit yang tersebar di Kota Bengkulu, Kabupaten Seluma, Bengkulu Utara, dan Muko Muko.

Satkorlak terus melakukan pendataan dan menunggu laporan dari daerah. “Saat ini, petugas sedang melakukan perbaikan terhadap jalan yang putus itu agar lalu lintas kendaraan tetap jalan,” ujarnya.

Dari laporan juga diketahui 430 bangunan rusak berat dan 609 lainnya rusak ringan, terbanyak di Bengkulu Utara mencapai 459 unit.

Hamsyir Lair juga mengatakan gempa yang membuat panik warga Bengkulu itu menyebabkan delapan rumah ibadah di Kota Bengkulu dan Bengkulu Utara rusak berat, 10 lainnya rusak ringan dan tiga unit sekolah rusak ringan.

Hamsyir yang juga Sekprov Bengkulu menjelaskan kondisi di Pulau Enggano yang berada di tengah Samudera Indonesia atau berjarak 97 mil laut dari Kota Bengkulu, relatif aman. “Banyak yang khawatir Enggano yang terdiri dari enam desa dan dihuni 2.500 jiwa rusak parah akibat gempa, ternyata malah aman,” ujarnya.

Ia mengaku sudah mengontak aparat kecamatan setempat dan dilaporkan tidak ada korban jiwa maupun rumah yang rusak, namun hingga kini yang baru terpantau tiga desa, tiga desa lainnya belum bisa ketahui karena di pulau itu kehabisan bahan bakar minyak. Hamsyir menjelaskan untuk membantu pelayanan kesehatan kepada para korban gempa, saat ini telah datang 10 relawan tenaga medis dari Jakarta yang dipimpin dr Femy Sunyoto, sementara 60 lainnya masih dalam perjalanan dari Palembang, Sumsel.

Sementara itu, Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu HM Syamlan menegaskan perawatan terhadap korban khususnya yang mengalami luka-luka menjadi prioritas dalam penanganan gempa bumi berkekuatan 7,9 SR yang mengguncang daerah pada Rabu (12/9) pukul 18.10 WIB. “Saya sudah perintahkan semua pusat pelayanan kesehatan, baik rumah sakit, Puskesmas termasuk dokter praktek untuk buka 24 jam guna memberikan pelayanan kesehatan bagi korban gempa,” kata Wagub di Bengkulu, Kamis (13/9).

Kepada masyarakat, Wagub juga meminta agar proaktif dan bantu-membantu dalam memberikan pertolongan bagi warga yang menjadi korban, terutama yang mengalami luka-luka. (ant/ ap/usgs.org/web/van/xha/kbn)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: