Makin Luar Biasa Derita kami yang Rusak

Rumah-rumah roboh hancur, bangunan retak dan remuk, kami manusia-manusia yang menghuni trumah dan bangunan-bangunan kehidupan kami.. mengalami derita bencana. Air mata tumpah dan isak tak tertahan sementara saudara-saudara kami tewas dalam reruntuhan bangunan…

Sedang kami.. luka tidak berdaya…

Sementara itu, sehari setelah gempa berkekuatan 7,9 skala richter (SR) mengguncang Bengkulu dan Padang, Kamis kemarin sekitar pukul 17.48 WITA gempa berkekuatan 6,4 SR menyusul menggoyang Sulawesi Utara (Sulut). Pusat gempa di 3,71 derajat Lintang Utara (LU) dan 126,52 derajat Bujur Timur (BT), 291 km Timur Laut Bitung di sekitar Kepulauan Talaud, di kedalaman 30 kilometer.

Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Manado, Subardjo, sempat mengatakan, selang 30 menit hingga satu jam pascagempa gelombang tsunami potensial terjadi. Namun sampai berita ini diturunkan, semalam, tidak ada laporan mengenai tsunami ini.

Dampak gempa dirasakan dengan kekuatan IV-V Modified Mercally Intensity (MMI) di Kabupaten Sangihe dan Talaud, II-III MMI di Kota Bitung serta I-II MMI di Kota Manado. Sampai berita ini diturunkan semalam, belum ada laporan tentang dampak signifikan gempa di Sulut ini. Juga tidak ada korban tewas.

Sementara itu, Menko Kesra Aburizal Bakrie bersama Mensos Bachtiar Chamsyah, Menkominfo M Nuh, dan Menhub Jusman Syafii Djamal, kemarin melakukan peninjauan ke lokasi bencana di Padang dan Bengkulu. Di Padang, selain meninjau korban yang dirawat di RS Syaiful Djamil, Aburizal meminta Pemprov Sumbar segera melaporkan rincian bangunan, fasilitas umum, dan gedung perkantoran yang rusak akibat guncangan gempa. “Kerusakan bangunan harus segera dilaporkan agar dana bantuan bisa segera disalurkan,” kata Aburizal.

Dia berharap masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Sementara soal bantuan untuk korban musibah gempa di Sumbar ini, Aburizal menyatakan kini tersedia dana Rp 225 miliar. Itu, katanya, bisa dimanfaatkan masyarakat–namun harus dilengkapi data kerusakan yang akurat.

Saat meninjau Bengkulu, Aburizal minta agar seluruh pasien di RSUD Muhamad Yunus segera dikembalikan/dirawat di ruangan. Dia meminta Pemprov Bengkulu dan instansi terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum, agar segera mendata kerusakan gedung RSUD Muhamad Yunus. Jika kerusakan bersifat nonstruktural, perbaikan bisa segera dilakukan agar rumah sakit bisa cepat digunakan kembali.

Namun kalau hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan bersifat struktural, RSUD Muhamad Yunus jangan dulu digunakan. “Jika tidak bisa digunakan, saya minta pasien dipindahkan ke rumah sakit lain. Kan di Bengkulu masih ada rumah sakit TNI-AD, RS Bhayangkara, atau rumah sakit swasta,” kata Aburizal.

Sementara itu, korban tewas di Bengkulu akibat bencana gempa bumi tercatat berjumlah 10 orang, dan di Padang empat orang. Kemarin, gempa susulan sempat menggoyang Bengkulu sebanyak 42 kali.

BMG melaporkan, titik-titik pusat gempa adalah di kawasan Lais (Bengkulu), Sungaipenuh (Jambi), dan Painan (Sumbar) — semua berkekuatan di atas 4 SR, bahkan Kamis pagi tercatat mencapai 7,7 SR.

Gempa tektonik susulan juga terus mengguncang Kota Padang dan sejumlah daerah lain di Sumbar. Terakhir terjadi Kamis petang sekitar pukul 19.13 WIB dengan kekuatan 5,4 SR.

Pusat gempa pada episentrum 3,65 derajat LS dan 1004,4 derajat BT pada kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan tanah. Episentrum itu berada pada jarak 178 kilometer arah barat daya Lais, Provinsi Bengkulu. Dari 112 kali gempa susulan, 50 kali dapat dirasakan manusia. Kekuatannya berkisar 4,7 hingga 7,9 SR.

Berdasarkan data resmi Satkorlak Pemprov Bengkulu, korban tewas di Bengkulu terdiri dari lima orang di Kabupaten Mukomuko, dua orang di Kotamadya Bengkulu, dan tiga orang di Bengkulu Utara.

Sedangkan bangunan rumah yang hancur sebanyak 783 unit, rusak berat 1.689 unit, dan rusak ringan 3.513 unit. Lalu 12 rumah ibadah rusak parah, masing-masing delapan di Kotamadya Bengkulu dan empat Bengkulu Utara.

Selain itu, empat bangunan sekolah juga rusak. Rinciannya, satu rusak parah, sedangkan tiga lagi rusak ringan. Kantor pemerintah, 15 gedung rusak parah, termasuk kantor Gubernur Bengkulu dan kantor kejaksaan. Selain itu, 13 jembatan rusak, meski tidak ada yang sampai putus.

Gempa juga merusak atap Bandara Internasional Minangkabau, Ketaping, Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar. Namun bandara tetap bisa beroperasi secara normal.

Di Padang, dua bangunan roboh, yaitu Showroom Hyundai dan Mitsubishi di Jalan Veteran. Tiga bangunan lagi di Pulau Sikakap, Kepulauan Mentawai, yakni mesjid, gereja, dan kantor pos.

Di samping itu, terdapat lima bangunan yang rusak di Sumatera Barat, yaitu Gedung Bank Mandiri di Jalan Bagindo Aziz Chan, Padang, Plaza Andalas di Jalan Pemuda, Padang.

Kerusakan juga terjadi pada bangunan RSUD M Djamil di Jati, Padang, Pelabuhan Pulau Sikakap (Kepulauan Mentawai) Rumah Sakit Restu Ibu di Jalan Proklamasi, Padang.

Beberapa bangunan juga mengalami retak-retak, yaitu LP Muaro, Hotel Bumi Minang, toko-toko di Pasar Raya dan Jalan Pemuda, Plaza Minang, Plaza Matahari, Mapolda Sumbar di Jalan Jenderal Sudirman, rumah dinas dan Kantor Bupati Kepulauan Mentawai. (Joko Sriyono/Suara Karya/Antara/YR-MI)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: