Sembako, Mengapa Kau Selalu Terbang?

“Bagaimana ini… pemerintah kok tidak pernah becus mengangani masalah sembako?….!!!! Sangat mengecewakan!!!” para ibu itu meneriakkan keluhan mereka, menampar langit-langit yang tak kunjung cerah, meski di siang terang seperti saat ini.

Ibu-ibu rumah tangga itu terus mengeluh tanpa merasa salah, bahkan wajib hukumnya untuk mengeluh soal vital bagi kehidupan rakyat banyak ini. “Bayangkan, kenaikan harga kebutuhan pokok sangat tinggi dari hari ke hari!!”

Mereka menghitung secara mencongak.. atau mengungkap belitan harga pada pikiran, mereka mengatakan dengan nada tersengat, sedang hari puasa telah tiba. “Harga pada hari pertama bulan puasa naik mencapai 20-30 persen! Gila!!!” teriak seorang perempuan sampai terhuyung tubuhnya….

Ia memgang kepalanya.. “Aduh..duh… Aduh!!!! Semua harga naik dengan jumlah sebanyak itu… Berantakanlah rencana belanja saya.. Uang tidak cukup.. ludes!!!” keluhnya celingukan di dalam pasar tradisional.. Pasar Baru, Bekasi, Kamis (13/9) pagi.

“Ini pasti bukan karena hari-hai puasa menjelang lebaran saja…. Pastilah pemerintah yang sembrono… meloloskan kontrol harga semacam ini…,” seperti seorang pengamat ekonomi, perempuan itu pun mampu beropini.

Dari siaran radio yang terdengar mengalun di keriuhan pasar karena keluh sesak, celoteh, bahkan teriak para pembelanja yang dikecewakan kenaikan harga.., penyiar bersuara empuk renyah membacakan harga-harga kebutuhan pokok itu..

“Beras jenis IR Rp 4.000 naik dari sebelumnya Rp 3.700/kg.”

“Gula pasir Rp 7.600 naik dari sebelumnya Rp 7.000/kg.”

“Telur ayam Rp 10.600 naik dari Rp 9.700/kg.”

“Terigu Rp 5.000 naik dari sebelumnya Rp 4.000/kg.”

“Minyak goreng curah Rp 10.000 naik dari sebelumnya Rp 7.500/liter.”

“Kacang tanah kupas Rp 13.500 naik dari sebelumnya Rp 12.000/kg.”

“Kacang tanah kulit 9.000 naik dari sebelumnya Rp 8.500/kg.”

Telur bebek seharga Rp 1.300 dari sebelumnya Rp 1.000/butir.

Cabai merah keriting Rp 10.500 sebelumnya Rp 9.500/kg, cabai merah bulat Rp 14.000 sebelumnya Rp 10.000/kg, cabai merah rawit Rp 10.000 sebelumnya Rp 8.000/kg, bawang merah Rp 4.500 dari Rp 4.000/kg, bawang putih Rp 7.500 dari 7.000/kg, dan tomat Rp 3.500 dari Rp 3.000/kg, kentang Rp 6.500 dari Rp 5.000/kg. Harga daging sapi yang biasanya Rp 48 .000 sekarang telah Rp 57.000/kg. Daging ayam yang biasanya Rp 11.000 sekarang dijual 16.000/kg.

“Beginilah kalau kondisi selalu mempermainkan kita…,” matanya menerawang, sesekali hidungnya mendengus mengusir lalat yang hinggap di pucuk hidung.. mekaligus mengusir bau barang-barang sembako yang sangat khas…”

Ia sepertinya pasrah dan memaklumi keadaan, kenaikan menjadi hal rutin yang terjadi setiap tahun selama bulan puasa. Padahal permintaan sembako itu juga banyak.

Ia jongkok, lalu berkata pelan… “Kasihan juga para konsumen yang tidak mampu. Padahal siapapun konsumen harus menyiapkan kebutuhannya.”

Beberapa waktu sebelumnya, hatinya sudah bergetar, sebagai penjual sembako yang setiap hari waktunya dihabiskan di pasar, menyatu dan menjadi bagian dari tumbukan berbagai barang dagangan… Hingga pakaiannya pun sangat berbau .. sembako.

Kondisi yang juga dijumpai di pasar yang lain. (YR)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: