Meski Kecil, Tsunami Menerjang

[PADANG] Gempa bumi susulan terus terjadi di wilayah Bengkulu, Jambi, dan Sumatera Barat sepanjang Kamis (13/9) pagi, menyusul gempa besar yang melanda Bengkulu berkekuatan 7,9 skala richter (SR) pada Rabu (12/9) petang. Berdasarkan data dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), selama 24 jam terakhir, sedikitnya terjadi 30 kali gempa susulan, dengan kekuatan minimal 4,7 SR.

Gempa bumi yang melanda Bengkulu pada Rabu, juga menimbulkan gelombang tsunami dalam skala kecil di Kepulauan Mentawai, barat daya Bengkulu, yang masuk Wilayah Sumatera Barat. Edison, warga setempat menuturkan, di Kecamatan Pagai Utara Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, gelombang tsunami naik hingga menghantam sejumlah rumah penduduk di pesisir pantai itu.

Ahli gempa dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof Sri Widiyantoro, saat dihubungi Kamis (13/9) pagi juga membenarkan, gempa besar yang mengguncang Kepulauan Mentawai menimbulkan tsunami meski dalam skala sangat kecil.

“Gelombang tsunami terjadi kemarin (Rabu, Red) tetapi dampaknya kecil. Hal ini bisa dilihat dari adanya genangan air di jalan-jalan. Jadi jangan berpikir kalau yang namanya tsunami itu seperti yang di Aceh saja,” katanya.

Menurut dia, meski struktur lempeng yang ada di Aceh dan Nias serupa dengan di Bengkulu, tetapi besarnya energi dan kekuatan gempa yang terjadi berbeda, sehingga memengaruhi ke- kuatan tsunami yang terjadi.

Dia menjelaskan, gempa bumi di Bengkulu terjadi karena aktivitas penunjaman lempeng Samudera Hindia di bawah busur Sumatera. Meski tergolong gempa yang dangkal dengan kekuatan cukup besar, tetapi tsunami yang terjadi intensitasnya kecil karena penunjaman lempeng yang sangat landai.

“Kondisi lempeng di Aceh dan Nias juga sama seperti di Bengkulu, tetapi karena kekuatan dan energi gempa yang dilepaskan lebih besar, tsunaminya pun besar,” katanya.

Menurut dia, berdasarkan perhitungan yang dilakukan, energi yang dilepaskan saat gempa di Bengkulu adalah sepertigapuluh kali gempa Aceh, dengan kekuatan gempa sepersepuluh gempa Aceh. Kondisi inilah yang membuat tsunami di Bengkulu tidak sehebat yang terjadi di Aceh dan Nias.

Dikatakan, kondisi lempeng Sumatera yang landai sangat jauh berbeda dengan kondisi lempeng di perairan Samudera Hindia sebelah selatan Jawa, yang penunjamannya sangat curam.

“Kalau gempa seperti di Bengkulu terjadi di Jawa maka akan sangat dahsyat dampaknya. Gempa di Pangandaran saja lebih kecil dibanding Bengkulu tapi dampaknya sudah besar,” ujarnya.

Pantau Mentawai

Kabupaten Kepulauan Mentawai, yang berbatasan langsung dengan Samudera Indonesia, termasuk wilayah yang cukup parah terkena dampak gempa. Sekitar 10 bangunan runtuh, tepatnya di Kecamatan Sikakap. Sampai saat ini, komunikasi telepon masih terputus, begitu juga dengan arus listrik.

Warga bertahan dengan mendirikan tenda darurat di areal perbukitan. Gempa juga menyebabkan badan jalan retak-retak. “Warga di sini masih terus siaga dan waspada. Malam ini, kami akan ronda,” kata Edison, Kamis pagi.

Analis Pusat Gempa Nasional BMG, Andri, Kamis pagi menyebutkan, gempa yang terjadi di jalur patahan Sumatera itu mengarah ke utara. “Jadi kita masih terus pantau Mentawai, karena daerah ini berdekatan dengan pusat gempa Bengkulu,” katanya.

Hal itu juga dikuatkan peneliti gempa dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Danny Hilman Natawidjaja. Menurutnya, gempa berkekuatan 7,9 SR di sebelah barat Bengkulu terjadi akibat adanya pergerakan pada zona subduksi Mentawai. “Di sebelah selatan antara Pulau Enggano dan Pulau Pagai,” katanya.

Daerah di sepanjang pantai barat Pulau Sumatera dikenal sebagai pusat gempa merusak, karena berada di zona subduksi atau pertemuan lempeng benua. Di sepanjang zona itu terdapat beberapa bidang subduksi yang memanjang di bawah pulau-pulau kecil di sana.

Ahli tsunami dari ITB Hamzah Latief mengungkapkan berdasarkan perhitungan dari simulasi yang dibuatnya, gempa di Bengkulu bisa menyebabkan tsunami. “Tapi kecil,” kata dia.

Hamzah menuturkan gempa yang terjadi di Bengkulu persis di atas segmen penyebab gempa bumi di barat Bengkulu, yang terjadi pada 4 Juni 2000. Pusat gempa saat itu terjadi di laut dengan kedalaman gempa sekitar 33 km pada arah 100 km selatan Bengkulu. Sedikitnya 90 orang meninggal dunia akibat gempa tersebut.

“Saat itu ada gelombang tsunami setinggi satu meter,” jelasnya.

Gempa Susulan

Sementara itu, wilayah Jambi diguncang gempa susulan secara beruntun sepanjang Kamis pagi. Menurut data BMG, hingga pukul 10.00 WIB, sedikitnya terjadi lima kali gempa susulan, dengan kekuatan terbesar pada 7,7 SR. Sedangkan pada Rabu, provinsi ini juga diguncang lima kali gempa. Selain Jambi, wilayah lain yang mengalami gempa susulan adalah Sumbar dan Bengkulu.

Kepala BMG Jambi, Remus L Tobing mengungkapkan, salah satu gempa yang terjadi pada Kamis pagi, berlokasi di Sungai Penuh, Kerinci, sekitar 419 km dari Kota Jambi. Gempa tersebut membuat masyarakat panik dan hingga saat ini masih banyak warga masyarakat yang memilih berada di luar rumah. Aktivitas perkantoran di Kerinci lumpuh total.

Sedangkan di Bengkulu, pada Kamis pagi, sebagian warga masih memilih berada di luar rumah. Sebab, pada pukul 07.05 WIB, gempa susulan kembali terjadi di daerah ini diperkirakan dengan kekuatan 5,0 SR. Masyarakat yang sempat kembali ke rumah sebelum sahur, berhamburan ke luar untuk menyelamatkan diri.

Di Padang, Sumatera Barat, gempa susulan terjadi hingga pukul 09.30 WIB, dengan kekuatan sekitar 5,6 SR hingga 6,3 SR.

Gempa tektonik yang mengguncang Bengkulu Rabu petang, juga menewaskan enam orang. Enam warga Bengkulu yang tewas adalah Febrianto (13), Ny Bariah (35), Surat (60), Nurbaiti (69), Ade (30), dan satu korban lagi belum diketahui identitasnya.

Sementara itu, korban yang mengalami luka ringan dan berat kini sudah dirawat di posko kesehatan di RSU M Yunus Bengkulu.

Dari Padang dilaporkan satu orang tewas, yakni Moyardi Kasim, tertimbun reruntuhan bangunan.

Menindaklanjuti gempa bumi di wilayah Sumatera, tiga menteri kabinet, yakni Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, serta Menteri Komunikasi dan Informatika M Nuh, menuju Bengkulu, Kamis. Kedatangan ketiga menteri itu untuk melihat langsung korban serta kondisi di wilayah yang terkena dampak gempa. [BO/E-7/143/153/141]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: