Kebakaran Pasar Turi

“Derita demi derita menggilir kami. Tak ada yang sanggup memindahkan derita ini dari kami, rupanya. Siapa lagi yang harus kami tangisi… Kami menanggung semua ini…,” mereka menggulirkan gumpalan derita itu di sela-sela kayu roboh, berbau arang, hitam, jelaga, menakar pikir yang tak kuasa lagi untuk menyatakan sebuah harapan, sementara hari-hari puasa tiba.

Itulah yang disampaikan sejumlah pedagang Pasar Turi Surabaya, Jawa Timur, setelah pasar yang terbakar pada akhir Juli lalu, kembali terbakar pada bagian bangunan lainnya, atau yang dikenal dengan Pasar Turi Lama, Minggu (9/9).

Bangunan lama yang sebelumnya tidak ikut terbakar pada peristiwa kebakaran yang pertama, memiliki lebih dari 900 buah stan. Aktivitas perdagangan masih berjalan normal. Sejumlah pedagang tetap membuka toko pada hari Minggu. Bahkan, cukup banyak pedagang yang menambah stok untuk persiapan pelaksanaan ibadah puasa.

Seorang pedagang roti, Amiliyah, tidak menyangka kalau tokonya dipenuhi dengan kue dan krupuk ikut terbakar.

Padahal, Amiliyah baru saja menambah barang dagangannya. “Saya baru kulakan. Dengan kebakaran ini maka makin lengkaplah derita kami, nggak tahu mau gimana lagi. Barang-barang ini utangan semua, gimana mbayarnya,” katanya.

Amiliyah, termasuk di antara pedagang yang menganggap kinerja Pemkot Surabaya sangat buruk dan lamban dalam menangani pascakebakaran Pasar Turi.

“Padahal, kebakaran yang pertama saja belum selesai, misalnya kapan pedagang dibangunkan tempat penampungan sementara, sekarang disusul kebakaran lagi. Apa betul memang sengaja dibakar?” tanya Amiliyah.

Sebagai pedagang kecil, Ami- liyah tidak akan pindah ke tempat yang baru, karena merasa tidak mampu karena biaya sewa lebih mahal.

Hari, pemilik stan lainnya yang juga menjadi korban, mengaku bangunan lama Pasar Turi ini termasuk yang menjadi andalan pedagang kecil. “Kami semula bersyukur tidak ikut terbakar, sehingga bisa berdagang dengan normal. Tetapi sekarang kami juga ikut menderita seperti rekan-rekan pedagang lain,” katanya.

Setelah semua pedagang tutup sekitar pukul 17.00 WIB, beberapa saat kemudian sekitar 15 menit, para pedagang dikejutkan dengan kobaran api. Titik api semula di depan area pasar itu dekat jembatan. Asal api diduga berasal dari lantai 2 dari 3 lantai yang ada.

Ketika kebakaran terjadi, hanya beberapa kios yang buka. Pascakebakaran beberapa hari lalu, lokasi Pasar Turi Lama menjadi tempat penampungan sementara para pedagang yang stannya terbakar maupun yang tidak terbakar. Diperkirakan sekitar sepertiga dari jumlah 932 stan, ikut ludes terbakar pada kebakaran kedua ini.

Sangat Heran

Sementara itu, Ketua Himpunan Pedagang Pasar Turi (HPPT), Joko Sujiono mengaku sangat heran dengan kebakaran Pasar Turi Jilid 2 ini karena peristiwa itu selang sehari sebelum beberapa perwakilan Pedagang Pasar Turi menghadap ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk melaporkan Kebakaran Pasar Turi babak pertama ke Jakarta. “Kami juga akan melaporkan kebakaran babak 2 ini akan dilaporkan langsung ke Presiden Yudho- yono besok,” katanya.

Para pemilik stan yang masih berada di sekitar lokasi pasar turi, secara cepat menyelamatkan barang dagangannya, nyaris seluruh pedagang meletakkan barangnya di tempat yang sama. Keadaan itu sempat memicu keributan.

Karena panik, pedagang berebut memilih areal untuk meyelamatkan barang. Setelah ditenangkan petugas pemadam kebakaran, ketegangan itu mereda.

Tidak hanya barang-barang milik pedagang yang diamankan. Data validasi pedagang serta denah ruangan dan bangunan juga turut diselamatkan dan diletakkan di areal yang sama. Beberapa petugas tampak berjaga-jaga untuk mengamankan dokumen penting tersebut.

Selain petugas yang berjaga, tampak banyak petugas lain yang berjaga-jaga di sekitar lokasi Pasar Turi. Setidaknya 500 personel polisi dari Polwiltabes Surabaya dan Polresta Surabaya Utara disiagakan untuk mengamankan lokasi. “Semua personel ini disiagakan sampai batas waktu yang tidak ditentukan,” kata Wakapolres Surabaya Utara Kompol Yulia Agustin.

Akibat penjagaan yang ketat itu, tidak sembarang orang yang bisa masuk areal Pasar Turi. Setiap orang yang hendak melewati pagar harus bisa meyakinkan petugas bahwa mereka benar-benar pedagang Pasar Turi. [Edi Soetedjo]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: