Histeria yang Menjalar

[PEKANBARU] Gempa tektonik susulan berkekuatan 7,7 skala richter (SR) yang terjadi di Sumatera Barat (Sumbar) dan Jambi, Kamis (13/9) pagi, guncangannya terasa sampai di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau dan sekitarnya.

Masyarakat di Kota Pekanbaru sempat berhamburan keluar rumah. Sejumlah penghuni hotel di sekitar jalan Jenderal Sudirman juga ikut keluar dari kamar.

Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), B Doloksaribu menjelaskan, gempa yang terjadi di dua provinsi tersebut memang sempat dirasakan di Pekanbaru dan sekitarnya. Namun, tidak sampai menimbulkan korban jiwa dan harta benda. Jadwal penerbangan dari dan ke Pekanbaru tidak terganggu karena masih berjalan normal.

Suasana histeris juga terjadi di pusat-pusat perbelanjaan di Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) ketika beberapa gedung tinggi bergoyang akibat getaran kuat karena gempa bumi yang terjadi di Bengkulu, sekitar pukul 18.10 WIB, Rabu (12/9).

Warga Kota di beberapa permukiman berhamburan keluar rumah karena merasakan guncangan yang terjadi hampir 4 menit. Di pusat perbelanjaan Palembang Square sempat terjadi kepanikan warga yang diinformasikan bahwa telah terjadi gempa bumi.

“Memang kami merasakan goncangan ketika berbelanja, Tapi yah bagaimana mungkin mau keluar, di dalam penuh sesak manusia,” ujar Lukman (40) warga Kota yang sedang ber- belanja.

Di pusat perbelanjaan Internasional Plaza, para pengunjung berhamburan keluar, ingin menyelamatkan diri. Bahkan ada yang rela meniggalkan belanjanya. Mereka takut kalau gedung runtuh.

“Pokoknya nyawa yang paling penting,” kata Deni, warga Km 12 ini sambil memegang dadanya. Para pengunjung setelah lari dari tempat belanja langsung berebut turun lewat eskalator. Bahkan banyak ibu-ibu berteriak-teriak histeris mengucap Allahhu Akbar, Allahhu Akbar, Allahhu Akbar.

Kehilangan

Suasana panik juga dirasakan di lantai dasar, pemilik counter handphone (telepon genggam) berhamburan menyelamatkan diri. Bahkan ada yang kehilangan telepon genggam saat sedang melakukan transaksi.

“Getarannya itu terasa sangat kuat sampai-sampai tempat HP bergetar begitu hebatnya. Kebetulan saya lagi sedang transaksi penjualan. Awalnya saya tidak begitu menanggapi tapi karena banyak orang berteriak dan berlari, saya pun menyelamatkan diri, handphone Nokia 7610 tahu-tahu sudah hilang,” ujar seorang ibu ketika hendak berlari menyelamatkan diri.

Warga Kota yang berada di Perumahan Poligon, dalam kondisi memakai mukena berhamburan keluar karena warga sedang melangsungkan salat maghrib. “Saya sangka darah rendah saya sedang kambuh, sampe lima menit lamanya saya rasakan, tapi saya tetap terus salat, baru usai salat, kami dengar orang berhamburan di luar rumah,” ujar Lian (46).

Suasana yang paling panik terjadi di pusat perbelanjaan Carrefour. Para pengunjung saat berhamburan keluar pintu tampak berdesak- desakan. Transaksi pun mereka tinggalkan. Bahkan ada seorang ibu memegang kepalanya seperti pusing. Ternyata dia sadar sedang terjadi gempa. Dia pun langsung bergegas turun dari lantai lima pusat perbelanjaan tersebut. [MUL/133/AHS/W-8]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: