Gelap Gulita Menelan Bumi Malam

[MEDAN] Tiba-tiba lampu tak menyala lagi. Mesin-mesin macet. Gelap gulita merayap dan menelan bumi. Kabupaten demi kabupaten kota demi kota yang berjajar 27 di belahan utara pulau besar ditelan kelam selama berjam-jam. Delapan jam.. ya delapan jam. Pemadaman pertama dua jam lebih, mulai pukul 18.25 WIB. Pemadaman kedua sekitar pukul 21.00 WIB sampai sekitar pukul 03.00 WIB. Listrik padam secara bergilir. Penyebabnya masih belum diketahui.

Namun padamnya listrik diduga akibat gempa yang juga terasa di daerah ini. Pemadaman ini juga mengakibatkan arus lalu lintas di sejumlah kawasan di Medan, lumpuh total. Keadaan ini membuat petugas perhubungan dan pihak kepolisian sibuk mengatur jalan.

Menurut anggota DPR asal pemilihan Sumut, Nasril Bahar, krisis listrik di daerah ini tidak akan pernah selesai selama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) tidak pernah berinovasi. “Ketidakmampuan PLN memang sangat memprihatinkan,” katanya lewat pesan singkat.

Pantauan SP, padamnya listrik bila dini hari tadi tidak menghambat aktivitas di setiap perkantoran. Bila listrik padam di pagi hari, pekerjaan tetap dilanjutkan. Sehari sebelumnya, saat listrik padam di sore hari, terdapat kemacetan di kawasan Jl Sisingamangaraja, Jl Juanda persimpangan menuju Bandara Polonia Medan, Jl Balaikota, Jl Imam Bonjol, Jl Sukaramai, AR Hakim, Jl Kereta Api, Jl Bakti, Jl Letda Sujono.

Kemacetan itu terjadi karena rambu pengatur lalu lintas di setiap persimpangan jalur angkutan umum tidak berfungsi.

Kepala Humas PT PLN Penyaluran Wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) Maradjohan Batubara mengatakan, pihaknya masih menyelidiki penyebab padamnya listrik di daerah ini. Sampai saat ini, masih diselidiki penyebab padamnya listrik di daerah ini. Nanti bila sudah di- ketahui akan kita beritahukan.

Pemadaman listrik yang kedua kali terjadi saat masyarakat, khususnya umat muslim sedang melaksanakan salat tarawih, menyambut datangnya bulan Ramadan.

“Kita tidak dapat mengetahui secara pasti, apakah padamnya listrik yang kedua ini memang akibat dari getaran gempa,” ujar Sanusi (36), warga Perumnas Mandala, Kabupaten Deli Serdang. [AHS/M-11]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: