Gempa di Sumatera Barat

Gempa 7,9 SR Guncang Pantai Barat Sumatera

Tiga Tewas, Kerusakan Parah di Bengkulu dan Padang

Bengkulu, Kompas – Setidaknya tiga orang tewas dan puluhan orang luka-luka akibat gempa berkekuatan 7,9 skala Richter yang mengguncang Provinsi Bengkulu pada pukul 18.10, Rabu (12/9). Puluhan rumah, kantor pemerintah, dan Rumah Sakit Umum Muhammad Yunus Bengkulu rusak parah.

Gempa yang berpusat di Samudra Indonesia, atau sekitar 159 kilometer barat daya Bengkulu ini awalnya diumumkan berpotensi tsunami. Akan tetapi, pukul 20.19, Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) memastikan gempa tidak diikuti tsunami. Meskipun saat gempa susulan dengan kekuatan 6,6 skala Richter terjadi pukul 21.40, BMG kembali mengingatkan potensi tsunami.

Gempa yang juga dirasakan di hampir seluruh Sumatera, Jakarta, bahkan Singapura ini menimbulkan kerusakan sejumlah bangunan di Bengkulu, Pagar Alam (Sumatera Selatan) hingga Padang di Sumatera Barat.

Wakil Gubernur Bengkulu M Syamlan mengatakan, puluhan rumah, sejumlah bangunan ruko, kantor gubernur, dan Rumah Sakit Umum Muhammad Yunus rusak. Sementara itu, dari Padang dilaporkan, satu ruang pamer mobil roboh serta puluhan gedung dan rumah rusak.

Pusat gempa berada di koordinat 4,67 Lintang Selatan dan 101,13 Bujur Timur pada kedalaman 10 kilometer.

Ribuan warga yang bermukim di sepanjang pantai di Kota Bengkulu, Kelurahan Lempuing, Pasar Bengkulu, Kampong Lama, dan Baja meninggalkan rumah untuk mengungsi ke daerah yang lebih tinggi. Warga semakin panik karena lampu di kota tersebut padam setelah gempa terjadi.

Suasana panik juga terlihat di Rumah Sakit Umum Muhammad Yunus yang rusak relatif parah sehingga semua keluarga dan tenaga medis membawa pasien ke halaman. Akibatnya, sekitar 130 pasien yang sedang dirawat terpaksa dibaringkan di halaman dengan atap langit.

Warga yang akan melaksanakan shalat tarawih juga terlihat keluar ke halaman dan menjalankan ibadah di halaman masjid.

Dua di antara korban tewas adalah Landa Febrianto (6), warga kelurahan Lempuing, dan Bariah (35), warga Kelurahan Panorama. Keduanya terjebak reruntuhan rumah masing-masing. Hal yang sama juga menimpa seorang korban tewas yang identitasnya belum diketahui Badan Satkorlak Bencana Bengkulu.

Potensi gempa besar

Pakar geologi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Danny Hilman dan pakar seismik dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Yusuf Surachman mengatakan, pusat gempa di dekat ujung sesar Mentawai.

Di segmen tersebut telah terjadi dua kali gempa, yaitu pada tahun 2000 dan tahun kemarin. Dengan dua kali gempa itu, dikhawatirkan sesar Mentawai terpicu. Danny menyebutkan, di sesar Mentawai terdapat potensi gempa berkekuatan di atas 8 SR pada tahun 1833 tercatat terjadi gempa 8,9 SR.

Yusuf menegaskan, “Ini sudah ditunggu-tunggu sejak terjadi gempa Aceh tahun 2004.” Menurut Yusuf, yang perlu diwaspadai sekarang adalah daerah Selat Sunda meliputi Banten dan Lampung Selatan.

“Ini periodenya 200 tahunan. Kita tidak bisa mengetahui, apakah ini pelepasan energi yang terbesar ataukah belum yang terbesar. Ada baiknya kita waspada,” tambahnya.

Tumbukan horizontal

Menurut Danny, pola tumbukan Lempeng Indo-Australia terhadap Eurasia mendatar atau horizontal. Dengan pola mendatar itu, menurut Hilman, tidak terjadi deformasi atau perubahan batas lempeng. Jika sampai terjadi perubahan batas lempeng, misalnya karena tunjaman bersifat subduksi, umumnya bakal memicu tsunami.

Menurut Kepala Pusat Gempa Nasional BMG Suhardjono, gempa kemarin tidak menimbulkan bukaan tanah yang mencukupi terjadinya tsunami. Ini berbeda dengan tsunami di Aceh, daerah bukaan tanah mencapai 1.500 kilometer.

Listrik padam

Gempa di Bengkulu juga mengakibatkan gangguan aliran listrik di wilayah Sumatera Utara. Direktur Transmisi dan Distribusi PT PLN Herman Darnel Ibrahim mengatakan, seluruh wilayah Sumatera Utara mengalami padam listrik total karena Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Belawan mati mendadak.

“PLTGU Belawan mengalami trip, kemungkinan karena guncangan gempa. Kami sedang berusaha memulihkan pasokan listrik tetapi yang pasti belum bisa malam ini,” ujar Herman.

PLTGU Belawan yang berkapasitas 1.078 MW menjadi pemasok utama listrik untuk wilayah Sumut. Selain di Sumut, gangguan aliran listrik juga terjadi di sebagian wilayah Sumatera Barat dan Riau.

Pertamina meminta masyarakat di Bengkulu dan Lampung tidak panik. Kepala Divisi BBM PT Pertamina Djaelani Sutomo mengatakan, depo Pertamina di Padang Baai, Bengkulu, aman.

Dua jam pascagempa, listrik di sebagian besar Kota Bengkulu sudah bisa dipulihkan. Kepala PLN Cabang Bengkulu Sasono mengemukakan, sejumlah tiang listrik di daerah Panjang Limun dan Pintu Air roboh.

Kepala Bagian Humas Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi Gatot S Dewabroto di Jakarta mengatakan, pemerintah telah meminta para operator telekomunikasi mengantisipasi cadangan energi untuk pemancar agar pelayanan tidak terganggu.

Sementara itu, laporan dari Departemen Perhubungan menyebutkan, kondisi landasan Bandara Bengkulu tidak rusak.

(WSI/NDY/ART/MHD/HLN/SAH/ ITA/WAD/DOT/NIC/OTW/WSI/ NDY/ART/MHD/LKT/BOY/NAW/ yun/isw/nal/zul)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: