Aktivitas Gunung Kelud di Kediri, Jawa Timur, terus meningkat secara perlahan tetapi pasti. Hingga Senin (15/10) status Gunung Kelud masih siaga. Namun, temperatur air danau kawah di kedalaman 15 meter terus naik dan kini mencapai 37,5 derajat Celsius. Aktivitas Kelud kini sedang sensitif.
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Surono, di Bandung, Senin (15/10), mengatakan, peningkatan aktivitas Kelud itu dilihat dari terus naiknya temperatur air di danau kawah pada kedalaman 15 meter. Saat ini suhu air mencapai 37,5 derajat Celsius, padahal sebelumnya hanya 36 derajat Celsius.
Selain itu, tanggal 14-15 Oktober gempa tremor dan gempa vulkanik dalam kembali terjadi. Pada 14 Oktober terjadi lima gempa tremor dan 11 gempa vulkanik dalam. Gempa vulkanik dalam paling sering terjadi antara pukul 06.00 dan pukul 12.00. Gempa berfrekuensi rendah adalah gempa dangkal yang membawa gas dan uap air. Adapun gempa tremor adalah gempa sangat dangkal yang membawa fluida menuju permukaan. Kemarin hingga pukul 12.00 terjadi dua kali gempa vulkanik dalam.
Menurut Surono, istilah yang tepat bagi Gunung Kelud saat ini adalah “normal curiga”. Itu dilihat dari makin seringnya aktivitas mekar dan menguncupnya kawah gunung yang diikuti dengan gempa vulkanik dalam.
Selain itu, peningkatan suhu, gempa vulkanik dalam, atau deformasi juga meningkat pelan tetapi pasti. Kalaupun ada penurunan, kemudian akan naik kembali. Ini menunjukkan bahwa aktivitas Kelud saat ini semakin sensitif.
“Jika ditanya apakah nanti akan meletus, saya tak bisa memastikannya karena mungkin saja kembali ke normal. Sulit diprediksi. Saat ini Kelud sulit dipantau dan tetap miskin informasi. Yang jelas aktivitasnya sedang sensitif,” katanya.
Surono mengharapkan masyarakat dan semua pihak di sekitar Kelud agar terus mengikuti perkembangan gunung api itu. “Kelud ini berbeda dengan gunung api yang lain. Kalau di gunung lain biasanya pertanyaannya kapan selesai meletus, tapi untuk Kelud pertanyaannya kapan mulai meletus,” katanya.
Tiga gunung siaga
Kepala Badan Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Bambang Dwiyanto mengatakan, sampai 11 Oktober lalu tiga gunung berapi dinyatakan dalam status siaga, sementara 11 gunung berapi lainnya dalam status waspada. Salah satu gunung api berstatus siaga adalah Kelud.
Selain Kelud, dua gunung api yang berstatus siaga adalah Gunung Karangetang dan Soputan di Sulawesi Utara. Sementara 11 gunung api yang berstatus waspada adalah Gunung Talang (Solok), Kerinci (Jambi), Anak Krakatau (Lampung), Papandayan (Jabar), Merapi (Jateng), Bromo (Jatim), Semeru (Jatim), Dukono (Halmahera), Ibu (Maluku Utara), Gamkonora (Halmahera), dan Lokon (Sulut). (CHE/DOE)